MYSNATURE GONE

Sabtu, 14 Juli 2012

Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi di antara Bumi dan Matahari yang terdapat Bulan. Bulan ini kemudian menutup sebagian atau bahkan seluruh cahaya Matahari yang seharusnya sampai ke Bumi. Oleh karena itu, saat gerhana matahari, suasana akan terlihat agak gelap atau bahkan gelap sama sekali.

Ukuran Bulan jauh lebih kecil daripada Matahari. Lalu, kenapa bisa Bulan menutupi Matahari? Meskipun lebih kecil, ternyata bayangan Bulan bisa menghalangi cahaya Matahari seluruhnya karena jarak antara Bulan dan Bumi jauh lebih dekat dibandingkan jarak Matahari dan Bumi.

Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari dibagi menjadi tiga macam :
1) Gerhana Matahari Sebagian
2) Gerhana Matahari Total
3) Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari sebagian terjadi jika pada saat puncak gerhana, piringan Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari. Jadi, meskipun terjadi gerhana tetapi Matahari masih bisa terlihat sebagian.   


Pada gerhana Matahari total, piringan Bulan dapat menutupi seluruh piringan Matahari karena pada saat itu, piringan Bulan sama besar atau bahkan lebih besar daripada piringan Matahari. Ukuran piringan Bulan dan Matahari ini memang bisa berubah-ubah sesuai dengan jaraknya dengan Bumi. 


Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari cincin terjadi jika saat puncak gerhana, piringan Bulan lebih kecil dibandingkan piringan Matahari. Akan tetapi, saat piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, permukaan piringan Matahari tidak tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Jadi, ada bagian piringan Matahari yang tidak tertutup dan berada di sekeliling piringan Bulan. Itulah mengapa saat Gerhana Matahari Cincin, Matahari terlihat seperti cincin raksasa yang bercahaya.


Waktu maksimal terjadinya gerhana Matahari adalah 7 menit 40 detik. Saat terjadi gerhana Matahari, kita tidak boleh melihatnya secara langsung atau dengan mata telanjang karena hal ini bisa merusak mata dan bahkan isa meyebabkan mata menjadi buta karena adanya radiasi dari Matahari. Oleh karena itu, jika ingin melihat peristiwa ini, diharuskan memakai pelindung mata khusus atau tidak melihatnya secara langsung.

Fenomena Halo Matahari

Halo Matahari adalah salah satu fenomena alam berupa bentuk cincin yang berada di sekitar Matahari. Seperti yang terjadi pada tanggal 11 Juni 2010, kurang lebih pukul 09.30-11.30 di kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, terlihat cincin berwarna-warni seperti pelangi melingkari Matahari.

Fenomena Halo Matahari yang terjadi di Pontianak,
Kalimantan Barat, Indonesia
Kata "halo" pada Halo Matahari diambil dari bahasa Latin yang disebut juga nimbus atau gloriole. Sebenarnya "Halo" tidak terjadi pada siang hari saja . Fenomena tersebut muncul di sekitar cahaya, jadi terkadang akan muncul juga pada saat bulan purnama. Fenomena tersebut muncul akibat adanya refleksi  dan refraksi cahaya matahari atau bulan oleh kristal-kristal es yang berada di awan Cirrus. Awan Cirrus ini berada di lapisan troposfer yang berada di sekitar 5-10 kilometer dari permukaan bumi. Ketika awan Cirrus hanya merefleksikan dan merefraksikan cahaya Matahari, "Halo" yang terbentuk belum tentu berupa cincin yang berwarna. Untuk membentuk "Halo" yang berwarna seperti pelangi dibutuhkan sudut tertentu dan mungkin melibatkan proses Dispersi.


Fenomena Halo Matahari ini lebih sering terjadi di benua Eropa dibandingkan dengan di daerah tropis. Pada saat terjadi, Halo Matahari bisa membentuk satu lingkaran penuh atau hanya setengah lingkaran dengan Matahari sebagai pusat sumbunya. Fenomena ini tidak boleh dilihat dengan mata telanjang. Begitu pula jika ingin mengabadikan kejadian ini menggunakan kamera Single Lens Reflex (SLR). Sebaiknya menggunakan pelindung seperti kacamata hitam atau kacamata tiga dimensi pada saat melihat atau membidik fenomena ini untuk menghindari cahaya matahari yang masuk langsung dan dapat merusak retina mata. 

Perintis Penerbangan Ruang Angkasa

Aktivitas Ruang Angkasa
Voyager 1
Pada tahun 2008, Voyager 1 menjadi wahana ruang angkasa pertama yang meninggalkan Sistem Tata Surya. Wahana robot kecil ini adalah salah satu dari perintis penerbangan ruang angkasa yang paling luar biasa. Pada tahun 2004, Amerika Serokat mendaratkan dua kendaraan penjelajah sebesar kereta golf, Spirit dan Opportunity, di dua tempat yang berbeda di Mars. Wahana Mars Express Orbitter milik Eropa meneliti planet planet Mars tetapi tidak dapat menemukan kendaraan penjelajah kecil Beagle 2, yang menghilang setelah mendarat pada Desember 2003.


Pesan Bagi Makhluk Luar Angkasa
Sejauh ini tidak ada astronaut yang melakukan perjalanan lebih jauh dari Bulan. Sejak misi Apollo berakhir, manusia hanya terbatas melakukan penerbangan di orbit Bumi. Dua satelit tanpa awak yang bernama Voyager 1 dan Voyager 2 meninggalkan Bumi pada tahun 1977. Keduanya membawa pesan untuk makhluk luar angkasa yang mungkin menemukan wahana ruang angkasa kecil tersebut di suatu tempat di ruang angkasa yang sangat luas. Tujuannya adalah untuk memberi tahu makhluk luar angkasa tentang tempat asal wahana ruang angkasa itu. Tidak semua ilmuwan berpendapat bahwa ini adalah gagasan yang bagus. Bagaimana jika makhluk luar angkasa itu jahat? Untungnya, kesempatan untuk menemukan kedua Voyager yang hilang di luar angkasa sangatlah tipis.

Monster Danau Ness

Dari semua binatang mistis di dunia, yang paling terkenal, paling diburu, dan paling banyak dibicarakan adalah "Nessie", si "Monster Danau Ness". Sebagai sosok monster dari Skotlandia, dia selalu dianggap sebagai sosok lassie yang tidak-bisa-dianggap-remeh, dia sering menjadi fenomena pertama yang terlintas di benak orang-orang ketika yang diangkat adalah tema misteri-misteri yang tak terjelaskan. Ada beberapa dokumenter, acara-acara, film-film, bahkan kartun tentang Nessie. Tetapi meskipun setiap tahunnya dia menampakkan diri pada sedikit orang yang terpilih, dia masih terlalu malu untuk menampakkan diri.

Foto pertama Monster Danau Ness,
yang memunculkan "Nessiemania" yang ada sekarang
Danau Ness adalah danau air tawar yang panjangnya 24 mil di Great Glenn, suatu retakan besar yang membagi Dataran Tinggi Skotlandia menjadi dua. Danau ini dalamnya mencapai sekitar 305 meter--pada titik tertentu--dan lebarnya 1,5 mil. Pada tahun 1933, jalan di tepi danau Loch Ness pun dibangun. Sejak saat itu, ada banyak sekali penampakan dan legenda Nessie pun tercipta. Pada bulan April tahun itu, sepasang suami istri yang adalah penduduk lokal melihat seekor binatang sangat besar yang berguling-guling dan bermain-main di air. Mereka melaporkan apa yang mereka lihat itu kepada petugas yang menjaga persediaan salmon di danau itu, dan kemudian dia sendiri pun melihat monster itu, dia mendeskripsikan bahwa binatang itu memiliki leher sepanjang lebih dari 1,8 meter.

Pada Juli tahun itu, satu keluarga dari London sedang berkendara ketika mereka nyaris menabrak sesosok makhluk hitam besar dan berleher panjang yang bergerak lambat di jalan yang mereka lewati, dan makhluk itu menghilang ke dalam danau. Pengalaman yang hampir sama dialami oleh seorang pemuda mahasiswa kedokteran hewan pada awal tahun berikutnya, dia sedang mengendarai motornya di jalan tepi dana ituketika dia nyaris menabrak sesosok makhluk. Dia mengatakan bahwa yang dia lihat ituadalah binatang betubuh gempal besar, memiliki sirip, dengan leher yang panjang dan berkepala kecil.

Selama bertahun-tahun, banyak orang telah mencoba untuk merekam sosok binatang itu. Salah seorang saksi mata Nessie mencoba untuk memotretnya, dan foto yang memperlihatkan sesuatu yang muncul dari air pada tahun 1933 itu pun tidak dapat menjawab keraguan orang-orang. Pada tahun 1934, seorang dokter dari London mempublikasikan selembar foto yang paling misterius tentang maonster itu. Foto itu memperlihatkan kepala dan leher yang aneh yang mucul dari dalam air; 60 tahun kemudian, terungkap bahwa  ternyata itu hanya foto rekayasa. Pada bulan April 1960, seorang insinyur di bidang angkasa luar menggunakan sebuah kamera film 16 mm untuk merekam sesuatu yang bergerak di antara riak-riak ombak Danau Ness.
Danau Ness

Ada juga beberapa penampakan dari tahun-tahun terakhir ini. Pada bulan Juni 1993, ada satu pasangan yang sedang berada di tepi danau ketika mereka melihat sesosok makhluk yang aneh dan sangat besar yang sedang bersantai-santai di permukaan danau. Mereka mengatakan bahwa tingginya pasti sekitar 40 kaki (12,2 meter), dengan leher yang seperti jerapah dan kulit yang berwarna cokelat terang. Dan ada juga peristiwa yang sama persis yang dilihat oleh seorang ayah dan anaknya. Karena adanya bukti dari peristiwa-peristiwa itu, William Hill, seorang penyusun buku, mengurangi kemungkinan bawa makhluk itu sebenarnya adalah Nessie dari 500:1 menjadi 100:1.

Akademi Ilmu Alam Terapan dari Boston, Massachusets melakukan ekspedidi ekstensif yang pertama pada awal tahun 1970-an. Mereka hanya menemukan sebuah patahan pohon yang mirip kepala Nessie. Tetapi, mereka melaporkan adanya berbagai macam gema sonar yang tidak jelas dari sesuatu yang bergerak di bagian yang sangat dalam di danau itu.

Meskipun perburuan semacam itu tidak menghasilkan hasil yang jelas, tetapi bukti ilmiah lainnya yang baru telah memberikan hasil yang diharapkan. Pada bulan Maret 2000, Global Underwater Search Team, yaitu tim peneliti dari Norwegia, mendapatkan bukti adanya suara-suara yang ganjil dari dalam danau itu. Pada suatu titik tertentu, entah apapun yang menimbulkan suara itu bahkan telah menabrak mikrofon bawah air tim itu. Suara-suara ganjil yang ditemukan di Danau Ness dideskripsikan sebagai suatu perpaduan antara suara dengusan kuda dan suara babi yang sedang makan. Pada tahun-tahun berikutnya, peralatan sonar juga telah menemukan sebuah goa besar di bawah danau yang membuka ke bagian dasar danau. Struktur-struktur seperti ini disebut "Sarang Nessie", dan mungkin cukup besar untuk menjadi rumah bagi para keluarga monster.

Agar binatang-binatang ini dapat mempertahakan kelangsungan hidup mereka, dibutuhkan koloni untuk beranak pinak, ini adalah pendapat yang sudah disetujui oleh para pakar, dan dalam beberapa laporan saksi mata tercatat bahwa ada lebih dari satu Nessie yang terlihat di permukaan air. Spesies Nessie yang sebenarnya masih belum diketahui. Tetapi, dugaan yang paling kuat yaitu, Nessie adalah seekor Plesisaur. Jenis makhluk ini memiliki sirip-sirip yang besar, kepala yang kecil dan tubuh yang besar, dan beberapa pakar percaya bahwa beberapa dari binatang ini terdampar di danau setelah zaman Es berakhir.


Tidak ada satu pun dari pendapat para ahli itu yang benar-benar memiliki penjelasan yang kredibel. Meskipun mungkin Plesiosaur benar-benar dapat bertahan dari bencana dahsyat yang memusnahkan sesama  makhluk prasejarah lainnya, tetapi sudah menjadi keyakinan umum bahwa Plesiosaur adalah jenis binatang berdarah dingin, dan lingkungan danau Skotlandia yang sedingin es itu terlalu dingin bagi mereka untuk bertahan hidup di situ. Jika Nessie adalah benar-benar mamalia air zaman modern seperti paus atau singa laut, maka binatang itu harus sering muncul ke permukaan airuntuk menghirup udara, dan ini akan membuat dia sering terlihat. Orang tidak akan dapat mengingkari perasaan bahwa kedalaman yang gelap di Danau Ness itu benar-benar  ada sesuatu. Setiap studi ilmiah yang ada belum berhasil memberikan penjelasan yang pasti, maka danau ini tetap menjadi tempat tinggal monster paling tak terjelaskan dan paling misterius si dunia.