MYSNATURE GONE

Sabtu, 29 Juni 2013

Mesoamerika ( Spesial National Geographic ) part 2

"Mangrove

Hutan mangrove Mesoamerika membentuk sejumlah garis pertahanan bagi sistem karang. Garis pertama adalah pepohonan mangrove tinggi di sepanjang garis pantai hingga mulut sungai-sungai pasang surut. Garis kedua, dan kadang ketiga dan keempat, berada di lepas laut, di tempat biji-biji mangrove lancip menancapkan akarnya di sepanjang lembah laut yang dangkal. Pulau kecil lambat laun terbentuk di bawah masing-masing kelompok pohon mangrove. Pulau-pulau kecil itu kemudian membesar--pulau mangrove--dan berjajar. Gugusan pulau mangrove berfungsi sebagai tabir, menguntungkan rumput laut dengan menurunkan laju ombak, dan terumbu karang dengan menjaring lumpur, pupuk, dan racun agar tetap berada di pulau.

Hutan mangrove, selain memberikan pertahanan, juga menghasilkan humus. Daun yang dihasilkan mencapai berton-ton per hektare setiap tahun. Jamur dan bakteri, yang menguraikan dan memakan sampah daun itu akan dimakan juga oleh cacing dan krustasea. Keduanya akan menjadi makanan bagi ikan-ikan kecil, yang merupakan mangsa bagi ikan besar, burung, dan buaya.

Rantai kehidupan mengalir keluar dari hutan mangrove menuju laut. Pada saat yang sama, arus kehidupan juga mengalir masuk : telur, larva, dan kadang-kadang hewan karang betina yang  tengah hamil, yang menggunakan hutan mangrove sebagai tempat bertelur. Ikan yang bisa menjadi contoh tepat bagi siklus kehidupan ini -- taman kanak-kanak di hutan mangrove, kuliah di karang -- adalah ikan kakaktua.
Spesies ini memiliki nama Latin sempurna, Scarus guacamaia, dari bahasa asli Taino huacamayo, yang berarti "nuri." Keduanya sangat mirip : ikan ini memliki paruh beo dan warna biru kuning khas nuri. Ikan kakaktua menghabiskan masa kecilnya di hutan mangrove, sesuram burung gereja, dan berakhir dengan sisik berwarna-warni di terumbu karang, dengan panjang lebih dari satu meter, menjadikannya ikan herbivora terbesar di Atlantik.

Hutan mangrove tidak hanya penting bagi Scarus guacamaia. Keberadaannya diperlukan. Jika hutan mangrove dibabat sebagian, misalnya untuk tujuan pariwisata, spesies penghuninya cenderung akan punah secara lokal, dan dampaknya akan menyebar. Koevolusi menyeimbangkan hubungan terumbu karang dan ikan kakaktua. Ketika herbivora berparuh mirip tanduk itu mengilang, karang akan berkurang, koral-koralnya akan habis tertutup lapisan alga yang biasanya menjadi makanan bagi ikan kakaktua.

John Muir mengungkapkan apa yang mungkin akan terjadi jika manusia mengacak-acak ekosistem yang tenang. "Cermatilah apapun, dan kita akan menemukan kaitannya dengan segala sesuatu di alam semesta," tulisnya. Contoh tepatnya adalah ikan kakaktua. Karang Mesoamerika adalah satu bagian dari dunia yang memiliki keterkaitan yang erat. 

Mesoamerika ( Spesial National Geographic ) part 1

Untuk beberapa posting ke depan, saya akan membagikan berita-berita atau pengetahuan-pengetahuan seputar dunia yang bereferensi dari National Geographic yang saya labeli dengan nama "Spesial National Geographic". Dan posting ini adalah posting "Spesial National Geographic" pertama saya dan mungkin posting dalam label "Spesial National Geographic" ini akan disampaikan dalam bentuk "part". Selamat membaca......

                 


Tulisan ini merupakan sebuah cerita yang ditulis dalam buku harian seorang ilmuwan atau ahli biologi bernama Kenneth Brower yang melakukan ekspedisi atau penelitian terhadap Karang Mesoamerika di timur Meksiko :

MESOAMERIKA

Oleh Kenneth Blower
Foto oleh Brian Skerry

April 2012

"Di hutan mangrove dekat pesisir timur Amerika Tengah, di tepi karang Mesoamerika, dunia terbagi 2 : bagian atas dan bawah. Seraya mematikan mesin dan menambatkan perahu, saya dan Will Heyman, ahli biologi kelautan yang mendampingi saya, memandang kesederhanaan bagian atas. Kami berlindung dari teriknya sinar matahari April di keteduhan hutan, dan melihat mahkota hijau salah satu hutan tropis berkeanekaragaman rendah yang sebagian besarnya hanya ditumbuhi satu spesies pohon, yakni mangrove merah.
Salinitas tinggi, badai laut, dan lumpur yang miskin oksigen menghambat kehidupan di kaki hutan mangrove, sehingga tidak banyak yang bisa kami lihat di bawah kanopi. Kadang-kadang kami melihat anggrek. Sesekali, sulur. Sepasukan kepiting hutan mangrove besar di dahan rendah. Beberapa ekor serangga. Burung bangau tiga warna yang berpijak di akar mangrove.
Saya membungkuk di atas perahu untuk mengambil sampel lumpur sekitar akar, dan tanpa sengaja  mengeduk  serpihan tembikar. Hutan mangrove di Karang Mesoamerika berlokasi di tepian wilayah peradaban Maya kuno. Saya berpikir untuk menyelipkan secuil souvenir ke saku – dengan banyaknya serpihan yang berserakan, apa salahnya? “Aturan ketat, ambil seperlunya saja,” kata Heyman. Saya melemparkan kembali serpihan-serpihan itu, dan kami menggerakkan tiang untuk pindah ke tempat lain. Di permukaan air yang tenang, kami menyaksikan keajaiban bagian bawah.
Lengkung-lengkung akar mangrove seperti ini
membentuk gerbang bagi ikan muda
menuju masa dewasa di karang
Di permukaan air, tampaklah jalinan akar yang menjulur ke bawah bagaikan janggut acak-acakan berhias alga, ular bintang ramping, bintang laut gendut, tumbuhan penyaring mirip vas transparan bernama tunicate -- dengan “tunik” oranye, ungu, atau putihnya – terumbu karang lunak, tiram, dan spons beraneka warna. Tidak ada yang polos di sini.

Hutan mangrove adalah tempat pembibitan krusial. Berbagai kelompok ikan kecil, masing-masing menyerupai gumpalan awan pucat beranggotakan ikan-ikan tembus pandang, melintasi lengkungan akar bergaya mirip arsitektur Moors. Gumpalan terpucat nyaris tidak kasat mata, terdiri atas bayi-bayi ikan yang bahkan lebih kecil daripada larva nyamuk. Makhluk-makhluk mungil ini masih terlalu kecil untuk dikenali. Apakah mereka ditakdirkan tumbuh besar di tengah hamparan rumput laut, atau laut lepas, atau di hutan mangrove ini? Terlalu dini untuk diketahui.
Itulah sistem karang di Amerika Tengah. Masing-masing komponen dari dunia yang terdiri dari tiga bagian – hutan mangrove, padang rumput laut, dan terumbuk karang – terbagi 2 lagi : dunia atas yang sangat sederhana, dunia bawah yang luar biasa rumit.

Sistem Karang Mesoamerika membentang hingga lebih dari 965 kilometer di pesisir Meksiko, Belize, Guatemala, dan Honduras. Sepupu Australianya, Great Barrier Reef, jauh lebih besar dengan panjang 2.300 kilometer – struktur terbesar yang diciptakan makhluk hidup di muka planet ini. Tetapi, Karang Mesoamerika, dengan panjang tidak sampai setengahnya, lebih menawan dengan kekhasannya sendiri. Kontur lempeng benua di sini mendorong pertumbuhan terumbu karang di dasar laut. Di beberapa tempat, terumbu karang, terumbu karang mulai tampak sekitar beberapa ratus meter dari pantai, sementara di tempat-tempat lainnya hingga 32 kilometer dari pantai. Dasar laut di sini menunjang kehidupan beraneka tipe karang dank oral khas Hemisfer Barat. Kelebihan Karang Mesoamerika jika dibandingkan dengan saudaranya di Australia adalah kedekatannya dengan daratan dan keakrabannya dengan habitat-habitat dekat pantai. Di sini, hutan mangrove, padang rumput laut, dan terumbu karang dipersatukan oleh arus, pasang surut laut, dan kebutuhan yang sama sehingga mustahil untuk dipisahkan.