MYSNATURE GONE

Rabu, 18 Juli 2012

Cacing Maut dari Mongolia

Di bawah bukit-bukit pasir yang panas di Gurun Gobi, bersembunyi sesosok makhluk yang sangat ditakuti oleh orang-orang Mongolia, sehingga untuk menyebutkan namanya pun mereka tidak berani. Ketika mereka menyebut nama makhluk itu, mereka menyebutnya "Allghoikhorkhoi", yang berarti "Cacing Usus" karena monster yang seperti ular, gemuk, merah, dan mematikan ini tampak mirip dengan usus sapi. Cacing raksasa yang panjangnya bisa mencapai 1,20 meter ini dapat membunuh orang dalam sekejap. Bagaimana dia melakukannya, tidak ada seorang pun yang tahu. Beberapa orang yakin bahwa cacing ini meludahkan racun yang mematikan, sementara orang-orang lainnya mengatakan bahwa cacing itu dapat mengalirkan sengatan listrik besar. Ketika makhluk ini membunuh mangsanya, maka dia melakukannya dengan sangat cepat, dan dia dapta melakukannya dari jarak yang jauh. Dunia Barat menyebut monster ini sebagai "Mongolian Deathworm".

Orang-orang nomaden Mongolia percaya bahwa cacing raksasa ini membungkus mangsanya dengan suatu zat asam yang dapat mengubah warna semuanya menjadi kuning karatan. Legenda mengatakan bahwa ketika makhluk ini mulai menyerang, dia akan mengangkat separuh tubuhnya dari pasir dan mulai mengembang sampai meletus, melepaskan racun yang mematikan ke seluruh tubuh mangsanya yang malang. Racun itu sangat mematikan sehingga mangsanya dapat mati seketika.

Sebuah lukisan dari Cacing Maut Mongolia
yang dilukis oleh pelukis Belgia, Pieter Dirkx.
Karena Mongolia pernah berada di bawah pemerintahan Soviet sampai tahun 1990, orang-orang dari dunia Barat kurang begitu mengetahui tentang Cacing Maut ini. Dalam tahun-tahun belakangan ini, para peneliti sudah dapat mencari bukti dari keberadaan makhluk ini. Ivan Mackerle, salah seorang detektif ternama yang menyelidiki tentang Monster Danau Ness, mempelajari tentang wilayah itu dan mewawancarai banyak orang Mongolia tentang cacing itu. Berdasarkan laporan dari sedikitnya penampakan makhluk ini dan kematian-kematian yang aneh, akhirnya dia mebarik kesimpulan bahwa Cacing Maut ini bukan legenda semata. Tidak ada seorang pun yang tahu pasti tentang apa sebenarnya cacing itu. Para ahli yakin bahwa itu sebenarnya bukan cacing, karena Gurun Gobi adalah wilayah yang terlalu panas bagi jenis annelida untuk dapat bertahan hidup di situ. Beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa mungkin itu adalah kadal bertubuh lunak, tetapi kadal memiliki kaki kecil yang bersisik, sementara laporan-laporan dari para saksi mata mengatakan bahwa binatang ini tidak memiliki tangan maupun kaki, dan tubuhnya halus. Penjelasan yang paling memungkinkan adalah bahwa binatang ini termasuk jenis ular berbisa. Meskipun orang-orang Mongol sudah tidak ragu lagi akan karakteristik Cacing Maut ini, tetapi masih diperlukan riset bertahun-tahun lagi untuk memuaskan keingintahuan komunitas ilmiah dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar