MYSNATURE GONE

Jumat, 13 Juli 2012

Transmisi Tenaga Listrik Tanpa Kabel

Satelit Arirang II menggunakan energi panas Matahari
Saat ini satelit buatan menggunakan energi nuklir atau panas Matahari. Untuk mendapatkan energi, satelit buatan dilengkapi dengan peralatan seperti panel surya atau peralatan bertenaga penggerak nuklir (booster/roket pendorong nuklir) yang besar dan berat. Perkembangan yang ada dalam penyuplaian energi adalah digunakan transmisi tenaga listrik tanpa kabel (wireless). Proses transmisi ini mengubah energi     menjadi gelombang mikro yang terisolasi ke dalam transmisi tanpa kabel.
Saat ini percobaan transmisi tanpa kabel yang menggunakan resonansi magnetik inti (NMR-Nuclear Magnetic Resonance) telah sukses dilakukan.
Sistem kerja :
Dua antena kumparan tembaga (copper coil) dihubungkan dalam medan magnet yang sama, setelah disesuaikan panjang gelombangnya, maka kumparan yang satu dihubungkan dengan sumber listrik dan kumparan yang satunya dihubungkan dengan bohlam lampu. Sistem kerjanya sesuai dengan prinsip, jika listrik dialirkan pada kumparan, maka di baian tengahnya (circumference/perimeternya) akan timbul alru listrik, sebaliknya jika arus listrik dialirkan di sekitarnya maka listrik akan mengalir ke kumparan. Hasil uji coba ini meskipun tidak dihubungkan dengan kabel listrik, bohlam lampu yang terpisah 2 meter jaraknya bisa menyala dengan terang.
Hanya saja, karena resonansi magnet bereaksi pada materi/benda yang diset dengan frekuensi yang sama. Maka pada proses transmisi energi ada masalah, yaitu meskipun listriknya hampir tidak berkurangtetapi masalahnya yaitu transmisi listrik tidak bisa bekerja efektif pada jarak yang jauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar