MYSNATURE GONE

Jumat, 07 Desember 2012

Gurun Garam (Salar de Uyuni) di Bolivia

Salar adalah datran garam di Spanyol dan Uyuni berasal dari bahasa Aymara (bahasa yang digunakan orang-orang Andes; bersama Quechua dan Spanyol, menjadi bahasa resmi di Peru dan Bolivia), yang berarti "berpagar". Salar de Uyuni dapat diterjemahkan secara bebas sebagai dataran garam berpagar dan kemungkinan terakhir. Kata ini mengacu pada pulau-pulau dari Salar. Uyuni juga merupakan nama sebuah kota yang dihuni oleh 10.600 penduduk, yang berfungsi sebagai gerbang wisatawan yang hendak mengunjungi Salar.

Legenda Aymara mengisahkan bahwa Pegunungan Tunupa, Kusku, dan Kusina, yang mengelilingi Salar tadinya adalah orang-orang raksasa. Tunupa menikahi Kusku, tetapi kemudian Kusku pergi dari Tunupa untuk bersama Kusina. Tunupa pun berduka, sambil menyusui anaknya ia mengalirkan air mata. Kemudian,air matanya bercampur dengan susu dan membentuk Salar. Banyak penduduk lokal berpendapat bahwa Tunupa adalah dewa penting dan tempat tersebut seharusnya disebut Salar de Tunupa daripada Salar de Uyuni.

Salar de Uyuni berukuran 10.582 km persegi. Ukuran ini menjadikannya sebagai gurun garam terbesar di dunia. Ukuran gurun garam ini 25 kali lebih besar daripada dataran garam di Bonneville, Amerika Serikat. Lokasi Salar de Uyuni ada di departemen Potosi dan Oruro, barat daya Bolivia, dekat Puncak Andes.

Salar terbentuk dari hasil transformasi beberapa danau prasejarah. Sejarah geologi Salar berkaitan dengan transformasi yang berurutan antara beberapa danau besar. Paling tidak, antara 30.000 - 42.000 tahun lalu, daerah itu bagian dari sebuah danau raksasa prasejarah, Danau Minchin. Masa ini diperkirakan dari tanggal radiokarbon kerang-kerang dari tonjolan sedimen dan karbonat terumbu-terumbu, serta berbagai macam laporan studi. Danau Minchin diperkirakan berusia antara 13.000 - 18.000 tahun, tergantung pada sumbernya. Danau prasejarah yang paling muda adalah Coipasa, dengan tanggal radiokarbon 11.500 - 13.400 tahun.

Ketika mengering, meninggalkan dua danau modern, yakni Danau Poopo dan Uru Uru, serta dua gurun garam utama, Salar de Coipasa dan Salar de Uyuni. Danau Poopa bertetangga dengan Danau Titiaca yang lebih besar. Selama musim hujan, Titiaca meluap dan melebur ke Poopo, yang kemudian membanjiri Salar de Coipasa dan Uyuni.

Salar yang ditutupi oleh beberapa meter kerak garam memiliki kerataan menakjubkan, dengan variasi ketinggian rata-rata dalam 1 meter mencakup seluruh wilayah Salar. Kerak berfungsi sebagai sumber garam dan di bawah permukaan Salar adalah danau air asin dengan kedalaman 2 - 10 m, yang kaya lithium, atau diperkirakan sekitar 5,4 juta ton lithium yang belum diekstraksi. Dengan demikian, Bolivia memegang 50% dari cadangan lithium dunia.

Salar berfungsi pula sebagai jalur transportasi utama di Altiplano Bolivia dan merupakan tempat berkembang biak utama bagi beberapa jenis flamingo merah muda. Antiplano adalah dataran tinggi yang terbentuk selama peningkatan Pegunungan Andes. Dataran tinggi ini meliputi danau air segar dan asin serta datran-dataran garam, juga dikelilingi oleh pegunungan tanpa outlet drainase. Wilayah yang besar, langit yang jelas, dan kerataan permukaan yang luar biasa menjadikan Salar objek ideal untuk kalibrasi altimeter-altimeter dari satelit pengamat Bumi.

Pada 1980-an dan 1990-an, ekstrasi lithium oleh perusahaan asing mendapat tentangan keras dari masyarakat setwmpat. Mengingat kemiskinan mereka, masyarakat setempat percaya bahwa uang yang ditanamkan dalam penambangan tak akan sampai pada mereka.

Sekarang tak ada penambangan di situs tersebut dan pemerintah Bolivia tak membiarkan perusahaan asing mengeksploitasinya. Sebaliknya, mereka membangun pabrik percontohan sendiri dengan produksi tahunan sederhana sebesar 1.200 ton litihium, yang akan ditingkatkan menjadi 30 ribu ton pada 2012.
 

Rabu, 05 Desember 2012

Flare (Kantar)

Flare merupakan letupan atau ledakan matahari. Flare ini bisa terjadi karena pada saat terjadi siklus 11 tahunan dari Matahari, Matahari melepaskan partikel berenergi tinggi dari permukaannya secara konstan. Partikel ini didominasi oleh medan magnet dan dikenal sebagai angin Matahari. Saat Matahari berada pada fase maksimum, kemungkinan Bumi akan menerima energi ledakan yang cukup dahsyat dari Matahari, bahkan hingga 100 miliar kali lebih kuat daripada bom atom yang terjadi di Hiroshima.

Matahari memang mengalami siklus alami yang terjadi setiap 11 tahun sekali. dalam siklus ini, energi dalam jumlah besar akan terbentuk dan pada akhirnya akan membentuk lingkaran korona. Saat lingkaran korona ini muncul terus menerus di permukaan Matahari, bintik Matahari pun ikut muncul. Lingkaran korona ini dapat menggeser lapisan permukaan terpanas dari Matahari. Hal yang terjadi selanjutnya adalah magnet reconnection. Magnet reconnection merupakan peristiwa di mana terjadi hubungan antara berbagai sumber magnetik. Magnet reconnection inilah yang memicu terjadinya flare Matahari dalam berbagai ukuran. Flare ini muncul mulai dari ukuran nanoflare hingga flare kelas-X yang menunjukkan letupan yang terjadi sangat kuat. Tetapi, letupan ini hanya terjadi di daerah sekitar permukaan Matahari yang jaraknya tentu sangat jauh dari permukaan Bumi.

Letupan flare mungkin terjadi dengan sangat dahsyat, tetapi ini tidak akan membunuh manusia di Bumi. Kemungkinan yang terjadi akibat flare ini adalah kerusakan yang terjadi pada satelit-satelit di luar angkasa atau melukai astronaut yang sedang berjalan-jalan di luar angkasa dan tidak menggunakan pelindung. Fenomena ini sendiri tidak akan sampai menghancurkan manusia ataupun Bumi seperti yang terlihat di film-film.

Selasa, 04 Desember 2012

Perbandingan Bumi dan Mars

Bumi dan Mars
Mars adalah planet yang sangat berbeda dari Bumi. Mars berjarak 228 juta km dari Matahari, sedangkan Bumi berjarak 150 juta km. Karena berjarak lebih jauh, Mars memerlukan waktu 687 hari untuk mengorbit Matahari, sedangkan Bumi hanya memerlukan waktu 365 hari. Massa Mars hanya 1/10 massa Bumi dan diameternya yang 6.790 km hanya setengah dari diameter Bumi (12.756 km). Malam di Mars sangat dingin -- sedingin Kutub di Bumi. Musim dingin di Mars lebih dingin daripada musim dingin di Bumi.

Suhu di Mars dapat turun drastis menjadi -125°C, cukup dingin untuk membekukan gas karbon dioksida di atmosfer. Tidak ada oksigen di Mars, sehingga tidak ada manusia yang bisa hidup di sana tanpa menggunakan pakaian luar angkasa. Bumi memiliki satu bulan, tetapi Mars mempunyaa dua bulan/satelit, Deimos dan Phobos.

Planet Mars
Mars yang dilihat dari teleskop Hubble.
Meskipun demikian, ada juga kesamaan antara kedua planet ini. Seperti Bumi, Mars memiliki ngarai dan gunung berapi di atas permukaannya. Ngarai terpanjang, Valles Marineris, dapat memuat Grand Canyon, di Amerika Serikat. Gunung tertinggi di Mars disebut Olymus Mons dan tiga kali lebih tinggi dari Mount Everest. Pada tahun 1976, sebuah foto diambil oleh wahana ruang angkasa Viking menunjukkan gambar yang dianggap oleh sebagian orang sebagai muka raksasa dari batu Mars. Foto-foto berikutnya menunjukkan bahwa itu adalah bukit berbatu.

Pada akhir abad ke-19, astronom Italia, Giovanni Schiaparelli mengira telah menemukan kesamaan lain antara Bumi dan Mars. Dengan melihat melalui teleskop, dia mengira telah melihat terusan di Mars. Ini sangat mengejutkannya. Apakah ini berarti bahwa pernah ada atau telah ada kehidupan di Mars? Namun, penelitian selanjutnya membuktikan bahwa tidak ada terusan dan dipercaya bahwa yang dia lihat mungkin adalah jejak pasir yang berpindah atau jejak tiupan angin.

Yeti

Pada tahun 1921, Letnan Kolonel Charles Kenneth Howard-Bury, seorang tentara Inggris yang memimpin suatu ekspedisi pendakian Gunung Everest, menceritakan suatu kisah yang penuh tanda tanya. Timnya telah menyusuri bagian utara gunung itu ketika mereka melihat ada satu sosok gelap yang bergerak di permukaan bersalju dia atas mereka. Ketika mereka menjelajahi lokasi di mana sosok itu terlihat, satu-satunya tanda yang ditemukan adalah jejak kaki yang mirip jejak kaki manusia, tetapi besar dan bentuknya tidak lazim. Howard-Bury mengatakan bahwa orang-orang Sherpa yang menjadi pemandu mereka itu menyebut makhluk itu "Metoh-Kangmi". Yang jika diterjemahkan, berarti "Manusia Salju yang Mengerikan."

Sebenarnya, "Metoh-Kongmi" adalah suatu sebutan kolektif untuk tiga makhluk yang misterius. Secara individu, mereka memiliki nama masing-masing -- "Dzu Teh," seekor binatang yang besar dan berbulu lebat, para ahli yakin bahwa sebenarnya ini adalah salah satu jenis beruang langka di wilayah itu. "Thelma," yang dianggap sebagai spesies gibbon, dan "Meh-Teh" atau "Yeh-Teh," "manusia-binatang" atau "penghuni gunung batu." Binatang yang terakhir inilah yang paling misterius. Dia dideskripsikan sebagai makhluk yang tingginya antara 1,5 - 2 meter, dengan rambut kemerahan, sepasang lengan yang panjang menjuntai, kepala yang bentuknya mirip kerucut dan berwajah seperti manusia. "Yeh-Teh" inilah yang sekarang kita kenal sebagai Yeti.

Pada tahun 1925, seorang fotografer Yunani yang bernama N.A. Tombazi sedang melakukan ekspedisi ke Himalaya ketika salah seorang Sherpa pemandunya menunjuk pada satu sosok di kejauhan. Tombazi mengatakan bahwa makhluk itu berdiri dengan tegak, seperti manusia, dan sedang menarik-narik tumbuhan rhododendron. Binatang itu menghilang sebelum Tombazi sempat merekamnya, tetapi rombongan itu menuju ke wilayah di mana makhluk itu pernah terlihat dan mereka menemukan jejak-jejak kaki yang aneh dan mirip kaki manusia. Pada tahun-tahun berikutnya, ada banyak laporan tentang jejak-jejak aneh di atas permukaan salju.

Pada tahun 1951, pendaki-pendaki berpengalaman, Eric Shipton dan Michael Ward, ikut serta dalam kelompok Ekspedisi Penjelajahan Everest. Mereka sedang berusaha untuk mencari rute yang paling baik untuk mendaki gunung itu ketika mereka menemukan serangkaian jejak kaki yang masih baru dan tidak lazim. Shipton dan Ward memotret jejak kaki yang berukuran 33 x 45 cm, dan menelusuri jejak-jejak itu sampai ke bagian di mana jejak itu menghilang. Sir Edmund Hilary dan Sherpa Tenzing Norgay, dua pengunjung Everest paling terkenal, menemukan jejak-jejak kaki raksasa dalam perjalanan mereka menuju puncak Everest pada tahun 1953. Ini adalah berita yang menarik, karena seharusnya ayah Norgay sempat bertemu dengan seekor Yeti, beberapa saat sebelum dia meninggal; kemudian Hilary memimpin suatu upaya pencarian unutk menemukan bukti dari keberadaan Yeti.

Mungkinkah ini jejak kaki seekor Yeti?
Ketika ekspedisi Yeti yang dilakukan oleh Hilary pada tahun 1960 tidak menemukan apa pun, dia menyatakan bahwa binatang itu tidak lebih dari sekedar cerita rakyat tentang hal-hal gaib. Tetapi banyak pakar yang merasa bahwa Hilary terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bahkan rekan Hilary dalam misi itu, Desmond Doig, mengatakan bahwa ekspedisi itu terlalu besar dan tidak terkoordinasi dengan baik. Doig sependapat bahwa mereka memang tidak bertemu dengan Yeti, tetapi mereka juga tidak melihat adanya leopard salju, yang keberadaannya sudah tidak diragukan lagi.

Ekspedisi yang gagal ini memadamkan banyak minat orang terhadap Yeti, tetapi dalam beberapa tahun kemudian, ada lebih banyak jejak kaki aneh yang ditemukan. Pada tahun 1974, ada laporan bahwa salah satu dari makhluk itu menyerang seorang gadis Sherpa yang sedang menggembalakan yaks-nya, dan menewaskan sepasang hewan peliharaannya itu. Kemudian, pada bulan Maret 1986, Tony Woodbridge, seorang fisikawan Inggris melakukan proyek lari solo yang disponsori untuk mengelilingi Himalaya, dia mendapat suatu pengalaman yang luar biasa,  yaitu bertemu muka dengan monster itu. Sehari sebelumnya, sebenarnya Woodbridge telah melihat jejak-jejak kaki itu, tetapi dia tidak terlalu memedulikannya sampai dia mendengar suatu gemuruh yang seperti suara salju longsor.

Ketika dia menelusuri jejak-jejak aneh itu lebih jauh lagi, ternyata memang ada salju yang benar-benar longsor, menciptakan sebuah tembok beku yang tak tertembus. Anehnya, itu terlihat seperti sesuatu yang telah berguling menuruni permukaan bersalju. Woodbridge mengikuti jejak-jejak kaki itu sampai ke jejak yang terakhir, dan 150 meter dari situ, dia melihat sosok makhluk besar yang berbulu, kokoh, dan berdiri dengan tegak. Makhluk itu tidak bergerak sedikit pun, dan Woodbridge cukup beruntung karena dia membawa kamera. Sayangnya, meskipun Woodbridge telah memberikan pengakuan yang meyakinkan, tetapi pengamatan yang seksama terhadap foto-fotonya menimbulkan keraguan terhadap apa yang dikatakan Woodbridge, sehingga ada pendapat bahwa sebenarnya yang dipotret Woodbridge hanyalah sebuah pohon tumbang.

Meskipun peristiwa-peristiwa perjumpaan seperti itu tidak dapat mempengaruhi keyakinan orang-orang yang skeptis, tetapi banyak pakar yang setuju terhadap pendapat bahwa ada sesosok spesies kera yang tinggal tidak terlalu jauh dari komunitas manusia. Beberapa spesies dari jenis ternak liar dan rusa hutan baru ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir ini. Ada kemungkinan bahwa makhluk-makhluk seperti Yeti, yang merupakan keturunan kera prasejarah mungkin sedang berkeliaran di suatu bagian bumi ini dan sama sekali belum diketahui keberadaannya. Apa pun yang dibuktikan oleh para ilmuwan dan para pakar, orang-orang Sherpa telah percaya bahwa di atas gunung itu, mereka tidak sendirian.






Senin, 03 Desember 2012

Tahun - Tahun Penting Seputar Luar Angkasa

Seputar Langit dan Luar Angkasa
  • 1300-an SM Astronom Cina memetkan rasi bintang.
  • 500 SM        Pythagoras menyatakan bahwa Bumi berbentuk bulat.
  • 250 SM        Aristarchus membuktikan bahwa Matahari pasti lebih jauh dari kita daripada Bulan.
  • 100 SM        Hipparchus membuat katalog bintang.
  • 1540-an        Nicolaus Copernicus menunjukkan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari, bukan            sebaliknya
  • 1608             Hans Lippershey dari Belanda menggunakan teleskop, meskipun orang lain mungkin telah menciptakan teleskop sebelumnya.
  • 1609 - 1610 Galileo membuat teleskop untuk melihat langit dan menemukan bahwa Matahari memiliki bintik-bintik.
  • 1668             Isaac Newton membuat teleskop pemantul pertama, meskipun gagasan ini dikemukakan lima tahun sebelumnya oleh ilmuwan Skotlandia, James Gregory.
Seputar Misi Ruang Angkasa
  • 1926    Roket berbahan bakar cair pertama.
  • 1957    Satelit buatan pertama yang diluncurkan oleh Rusia: Sputnik 1.
  • 1958    Satelit Amerika Serikat pertama: Explorer 1
  • 1961    Orang pertama di ruang angkasa: Yuri Gagarin dari Rusia.
  • 1965    Wahana ruang angkasa Rusia Venera menabrak Venus.
  • 1965    "Perjalanan ruang angkasa" pertama dilakukan di orbit Aleksei Leonov dari Rusia.
  • 1969    Amerika mendaratkan dua astronaut Apollo 11 di Bulan.
  • 1970    Venera 7 milik Rusia mendarat dengan baik di Venus.
  • 1971    Salyut milik Rusia adalah stasiun ruang angkasa pertama di orbit.
  • 1976    Dua wahana robot Amerika Serikat, Viking mendarat di Mars.
  • 1977    Satelit Voyager 1 dan Voyager 2 meninggalkan Bumi menuju planet-planet yang jauh.
  • 1981    Penerbangan pertama Pesawat Ulang-Alik Amerika Serikat - dua pesawat hilang dalam kecelakaan.
  • 1997    Penjelajah Sojourner menjelajahi Mars.
  • 2003    Voyager 7 memasuki "ruang antar bintang".
  • 2004    Spirit dan Opportunity menjelajahi Mars.