MYSNATURE GONE

Minggu, 15 Juli 2012

Gua Batu Es di Austria

"Eisriesenwelt" adalah bahasa Jerman untuk Dunia Es Raksasa, yakni sebutan untuk sebuah gua batu gamping es alam yang terletak di Werfen, Austria. Tempat ini kira-kira berada di 40 km selatan Salzburg. Gua batu es ini berada di dalam Gunung Hochkogel di bagian Tennengbirge dari Pegunungan Alpen.

Gunung Tennengebirge terbentuk pada periode Tersier, yakni selama periode glasiasi Wurm dari Pliosten. Jajaran gunung ini merupakan salah satu dari Pegunungan Alpen Austria massif. Tempat ini juga merupakan dataran tinggi karst terbesar di Alpen Salzburg. Eisriesenwelt, yang berada di dataran tinggi Tennengebirge, adalah gua batu es terbesar di dunia, dengan panjang 42 km, dan dikunjungi sebanyak 200 ribu orang turis per tahun. Walaupun demikian, hanya satu kilometer pertama saja yang boleh dikunjungi wisatawan, yakni yang tertutup es. Sementara, sisa panjang gua tersebut terbentuk dari batu gamping.

Eisriesenwelt dibentuk oleh Sungai Salzach, yang mengikis lorong-lorong ke gunung. Formasi es di dalam gua dibentuk oleh pencairan salju yang mengalir ke gua dan membeku selama musim dingin. Oleh karena pintu masuk ke gua-gua sepanjang tahun terbuka, angin dingin musim dingin yang bertiup ke dalam gua membekukan salju yang ada di dalam. Pada musim panas, angin dingin dari dalam gua meniup keluar menuju pintu masuk, mencegah formasi-formasi es untuk mencair.

Secara resmi, Eisriesenwelt ditemukan pertama kali pada tahun 1879, oleh Anton Posselt, ahli ilmu alam dari Salzburg meskipun ia hanya menjelajahi 200 meter pertama dari gua tersebut. Sebelum ditemukan olehnya, gua itu hanya diketahui oleh masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa gua itu merupakan pintu masuk menuju neraka sehingga menolak untuk menjelajahinya. Pada 1880, Anton Posselt mengumumkan penemuannya di majalh pendakian gunung. Akan tetapi, laporannya dengan cepat terlupakan.

Salah seorang yang mengingat penemuan Anton Posselt adalah seorang ahli speologis (peneliti ilmiah tentang gua) bernama Alexander von Mork. Pria ini memimpin beberapa ekspedisi ke dalam gua mulai tahun 1912, yang kemudian diikuti oleh beberapa penjelajah lain. Pada 1920, sebuah kabin bagi para penjelajah, Forscherhutte, dibangun dan rute pertama ke atas gunung ditetapkan. Segera setelah itu, wisatawan berdatangan, tertarik dengan kepopuleran sang gua. Kabin berikutnya pun didirikan, diberi nama Dr. Oedl House dan jalan dari Werfen dan Tanneck dibangun.

Pada 1995, sebuah mobil kabel dibangun, memperpendek waktu untuk mendaki, yang tadinya memakan waktu 90 menit menjadi 3 menit. Kini, Gua Batu Es Eisriesenwelt dimiliki oleh National Austrian Forest Commision (NAFC), yang disewakan kepada Asosiasi Eksplorasi Gua Salzburg sejak 1928. NAFC masih menerima persentase biaya masuk ke gua ini.

Salah satu pemandangan di Eisriesenwelt
Setiap tahun, gua dibuka dari 1 Mei sampai 26 Oktober, dengan jam kerja dari jam 9 pagi sampai jam 16.30 pada bulan Juli dan Agustus. Sedangkan, pada bulan Mei-Juni, September-Oktober, jam kerja hanya sampai 15.30. Suhu di dalam gua biasanya di bawah titik beku sehingga para pengunjungdisarankan untuk memakai baju tebal atau hangat. Pengambilan foto di dalam gua tidak diizinkan. Di dalam gua, bagian-bagian tertentu tela diberi nama, seperti setelah pengunjung masuk terus menuju ke dalam akan menemui tempat yang disebut "Ruangan Posselt", yakni sebuah ruangan besar dengan stalagmit di pusatnya yang disebut "Menara Posselt". Di masa lalu, salah seorang yang memasuki Menara Posselt, menemukan sebuah salib pucat di dinding gua, menandai titik terjauh dari eksplorasi dari Anton Posselt.

Dari Menara Posselt, pengunjung dapat melihat Tanggul Es Besar, formasi besar yang mengikat hingga ketinggian 25 meter, menampilkan kawasan pertumbuhan es terbesar. Selanjutnya, Kastil Hymir, dinamakan sesuai dengan raksasa yang ada dalam mitologi Nordik. Di kastil Hymir, stalagtit-stalagtit menciptakan sebuah formasi yang disebut Cadar Frigga atau Organ Es. Meneruskan perjalanan, pengunjung akan menemui Katedral Alexander von Mork, salah satu ruangan terbesar di gua dan merupakan tempat abu Alexander von Mork disemayamkan pada 1925. Perhentian akhir perjalan dalam gua batu es ini adalah Istana Es, jaraknya 1 kilometer ke dalam gua dan 400 meter di bawah tanah. Di Istana Es, pada musim semi ruang datar ini ditutupi oleh karpet es. Pada puncak musim panas, ketika es membanjiri permukaan, refleksi yang tampak seperti dibakar api memukau siapa pun yang melihatnya. Setelah sampai di sini, para pengunjung harus berjalan kembali melewati gua-gua untuk mencapai pintu masuk. Perjalanan pulang pergi mebutuhkan waktu 1 jam 15 menit.

Binatang Buas Dari Bodmin

Jejak-jejak binatang buas itu? Uang logam
sepuluh pence ini menunjukkan skala
dari jejak kakinya.
Binatang buas dari Bodmin; entah itu kucing lokal, yang tadinya dikira sudah punah, ataukah binatang eksotik yang kabur entah dari mana, Binatang Buas dari Bodmin adalah makhluk yang tidak ingin pergi dari daerah itu. Bahkan, makhluk yang mirip panther itu masih sering terlihat, geraknya cepat dan, tidak seprti binatang-binatang buas misterius lainnya, teknologi modern benar-benar membantu membuktikan eksistensinya. Bodmin Moor adalah suatu wilayah dari National Park Land di Cornwall, daerah barat daya Inggris. Sejak tahun 1983, di wilayah itu, lebih dari enam puluh kali terlihat ada kucing-kucing besar, dan beberapa pakar menduga bahwa sepertinya binatang itu beranak-pinak dan membentuk populasi di ladang-ladang yang ada di wilayah itu. Kenyataannya, belum lama ini terlihat seekor induk kucing bersama anaknya. Meskipun ada banyak kesaksian tentang binatang itu dan saksi-saksi mata yang dapat dipercaya, suatu laporan dari pemerintah Britania Raya pada tahun 1995 menyimpulkan bahwa tidak ada bukti tentang keberadaan kucing-kucing besar dari wilayah itu.

Akan tetapi, sejak tahun 1995, ada suatu bukti yang sangat mencengangkan dan nyata. Suatu video berdurasi 20 detik yang dirilis pada bulan Juli 1998 dengan jelas memperlihatkan seekor binatang besar yang sedang berkeliaran di daerah itu. Para pakar percaya bahwa jejak kaki adalah bukti terbaik untuk mendukung pendapat bahwa di wilayah itu ada kucing-kucing yang sangat besar. Sekitar waktu dirilisnya video itu, Maurice Jenkins, seorang pegawai jembatan-timbang pertambangan sedang mengendarai mobilnya dekat Exmoor, tidak jauh dari Bodmin, ketika dia melihat seekor binatang aneh di pinggir jalan. Dia menyorotkan lampu mobilnya ke arah makhluk itu.

        "Itu adalah seekor kucing hitam yang besar. Matanya memantulkan sorotan lampu saya, dan             saya melambatkan mobil agar saya dapat melihat lebih jelas, dan binatang itu duduk memandangi saya. Dia seukuran anjing collie, dengan kepala dan ekor yang hitam legam. Dia melompat pergi dan lari ke arah ladang." 

kata Jenkins stelah kejadian itu.

Bukti biologis yang riil juga telah ditemukan dalam tahun-tahun terakhir ini. Sebuah tengkorak besar dengan taring-taring yang sangat besar ditemukan dekat Sungai Fowley di Bodmin Moor. Tulang belulang itu dikirim ke spesialis mamalia di British Natural History Museum (Museum Sejarah Alam Britania), yang kemudian melakukan pemeriksaan, dan mendapati bahwa tengkorak itu bukan berasal dari binatang-binatang yang lazim ditemukan di wilayah pinggiran Iggris. Karena ukuran dan posisi giginya, mereka juga menyimpulkan bahwa itu adalah kepala dari seekor kucing yang sangat besar.

Pada bulan November 1999, karena tingginya kasus mutilasi yang menimpa hewan-hewan peternakan di Bodmin Moour, maka dipergunakanlah sebuah alat berteknologi canggih dalam upaya untuk menemukan binatang buas pelaknya. Pada bulan Januari 2001, beberapa relawan dari basis RAF (Royal Air Force/Angkatan Udara Kerajaan) yang berlokasi tidak jauh dari situ menggunakan alat canggih untuk melihat dalam gelap untuk memburu makhluk itu. Ketimbang berlatih melawan musuh imajiner, para komandan RAF berpikir bahwa akan lebih menarik bagi para tentara mereka untuk mencari kebenaran tentang Binatang Buas dari Bodmin itu.

Binatang itu menyerang lagi; ataukah itu sebenarnya
adalah seekor rubah dengan seekor kelinci.
Yang pasti, asumsi tentang kucing-kucing besar dan aneh yang berkeliaran di Britania bukanlah sesuatu yang aneh. Pada bulan Mei 2001, seekor binatang buas yang ganjil dan tampak ganas ditemukan di taman sebuah rumah di Barnet, London utara. Diperlukan sepasukan besar polisi bersenjata, inspektur-inspektur RSPCA dan beberapa dokter hewan untuk menangkap binatang yang ternyata adalah seekor lynx (kucing liar berbulu coklat kekuningan, yang biasanya ditemukan di Amerika Utara dan Eurasia). Pada bulan September 1998, ada kejadian yang hampir sama ketika penduduk sekitar Potter Bars dan South Mimms dihimbau untuk tinggal dalam rumah sementara polisi mencari seekor kucing besar yang terlihat di sekitar wilayah itu. Akan tetapi, pada umumnya, binatang-binatang semacam itu jarang mengancam keselamatan manusia.


Para petani di Inggris barat daya tidak setuju pada anggapan bahwa makhluk-makhluk itu tidak berbahaya, dan banyak orang skeptis yang percaya bahwa Binatang Buas dari Bodmin itu adalah kucing dari luar negeri yang kabur. Laporan tentang sejumlah binatang yang hilang dari beberapa kebun binatang dan suaka margasatwa setiap tahunnya, dan Undang-Undang Binatang Liar Berbahaya pada tahun 1976 di Britania memutuskan bahwa kepemilikan kucing-kucing eksotis yang berukuran sangat besar adalah tergolong perbuatan yang melanggar hukum. Beberapa orang yakin bahwa jika binatang peliharaan semacam itu kabur dari rumah pemiliknya, maka sang pemilik akan enggan untuk melaporkan kehilangannya. Apa pun kebenarannya tentang asal muasal binatang itu, ada bukti yang semakin banyak dan tak dapat dibantah bahwa ada seekor kucing liar hitam dan besar yang mengendap-endap dan berkeliaran di daerah Bodmin Moor.