MYSNATURE GONE

Sabtu, 11 Mei 2013

Sundog

Fenomena sundog atau disebut juga parhelion merupakan kejadian di mana setiap manusia dapat meyaksikan munculnya kumpulan cahaya yang menyerupai matahari di kedua sisi matahari. Tidak jarang, kumpulan cahaya tersebut dapat tampak menyerupai bola aygn menjadikan kita menduga jika cahaya tersebut adalah matahari tambahan. Jadi, kebanyakan orang menyebut pula fenomena tersebut sebagai mayahati kembar. Fenomena tersebut hanya terjadi pada kondisi atmosferik yang sangat langka.

Sundog kerap terjadi di daerah kutub
"Matahari tambahan" terlihat seperti seekor anjing yang duduk manis di sebelah tuannya, sang matahari. Fenomena sundog muncul pada saat sinar dari cahaya matahari dapat menembus kumpulan lempeng es kristal hexagonal yang tersusun secara horizontal pada langit, yang kemudian menyebabkan cahaya tersebut dibelokkan dengan sudut minimum 22 derajat. Proses ini tidak jauh berbeda dengan proses munculnya pelangi yang tercipta karena cahaya matahari yang menyinaru tetesan air yang terpendapat di langit angkasa. Fenomena sundog ini bisa terjadi di mana saja dan biasanya terjadi karena matahari berada pada posisi yang lebih rendah dari horizon, atau ketika matahari terbit atau terbenam. Ketika matahari terbit, posisi matahari akan naik makin tinggi, sundog kemudian akan menghilang.

Biasanya warna sundog semakin memerah saat posisinya berada pada jarak terdekat matahari. Lalu pada saat posisinya semakin menjauh dari matahari, maka warnanya dapat berubah menjadi kebiruan.

Komet

Komet sebenarnya tidak termasuk bintang, karena komet tidak dapat mengeluarkan cahaya sendiri. Banyak orang meneyebut komet adalah bintang berekor, dikarenakan komet yang terlihat bercahaya mirip seperti bintang, tetapi tampak berekor. Komet merupakan benda langit yang mengelilingi matahari dan memiliki garis edar atau lintasan yang berbentuk lonjong atau parabola. Komet sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang."

Komet pada awalnya terbentuk dari kumpulan gas seperti karbon dioksida, metana, dan air, serta debu yang membeku karena berada jauh dari matahari. Saat mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet ini kemudian menguap sehingga membentuk bagian kepala gas dan ekor. Komet juga termasuk ke dalam sistem tata surya karena ikut bergerak mengelilingi matahari. Garis edarnya berbeda-beda, sehingga ada pula komet yang memerlukan waktu hingga ribuan tahun untuk sekali mengelilingi matahari. Panjang "ekor" komet juga bisa mencapai jutaan kilometer.

Badan komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian inti komet termasuk bahan yang sangat padat. Garis tengahnya bisa mencapai beberapa kilometer dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan penyusun komet. Bahan-bahan ini kemudian berubah menjadi gas. Koma adalah daerah kabut atau daerah yang meyerupai tirai di sekeliling inti.Koma ini dislimuti oleh lapisan hidrogen yang wujudnya tidak terlihat oleh mata manusia. Garis tengah awan hidrogen ini bisa mencapai 20 juta kilometer. Bagian yang terakhir yaitu ekor yang merupakan gas bercahaya yang muncul saat komet berada dekat dengan matahari.

Berdasarkan jenisnya, komet terdiri dari dua macam, yaitu komet ekor panjang dan komet ekor pendek. Komet ekor panjang memiliki garis lintasan yang sangat jauh melewati daerah-daerah yang sangat dingin di luar angkasa. Komet ini memliki kesemapatan untuk menyerap gas-gas yang dilewatinya. Saat mendekati matahari, komet ini melepaskan gas tersebut sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Komet Kohoutek dan Komet Halley merupakan contoh komet ekor panjang.

Komet ekor pendek memiliki jalur lintasan yang sangat pendek sehingga lebih sedikit menyerap gas di sekitarnya. Oleh karena itu, saat melewati matahari, gas yang dilepaskan juga sangat sedikit sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat pendek. Bahkan ada pula komet yang hampir tidak berekor karena gas yang diserapnya terlalu sedikit. Contoh komet ekor pendek adalah Komet Encke.