MYSNATURE GONE

Jumat, 07 Desember 2012

Gurun Garam (Salar de Uyuni) di Bolivia

Salar adalah datran garam di Spanyol dan Uyuni berasal dari bahasa Aymara (bahasa yang digunakan orang-orang Andes; bersama Quechua dan Spanyol, menjadi bahasa resmi di Peru dan Bolivia), yang berarti "berpagar". Salar de Uyuni dapat diterjemahkan secara bebas sebagai dataran garam berpagar dan kemungkinan terakhir. Kata ini mengacu pada pulau-pulau dari Salar. Uyuni juga merupakan nama sebuah kota yang dihuni oleh 10.600 penduduk, yang berfungsi sebagai gerbang wisatawan yang hendak mengunjungi Salar.

Legenda Aymara mengisahkan bahwa Pegunungan Tunupa, Kusku, dan Kusina, yang mengelilingi Salar tadinya adalah orang-orang raksasa. Tunupa menikahi Kusku, tetapi kemudian Kusku pergi dari Tunupa untuk bersama Kusina. Tunupa pun berduka, sambil menyusui anaknya ia mengalirkan air mata. Kemudian,air matanya bercampur dengan susu dan membentuk Salar. Banyak penduduk lokal berpendapat bahwa Tunupa adalah dewa penting dan tempat tersebut seharusnya disebut Salar de Tunupa daripada Salar de Uyuni.

Salar de Uyuni berukuran 10.582 km persegi. Ukuran ini menjadikannya sebagai gurun garam terbesar di dunia. Ukuran gurun garam ini 25 kali lebih besar daripada dataran garam di Bonneville, Amerika Serikat. Lokasi Salar de Uyuni ada di departemen Potosi dan Oruro, barat daya Bolivia, dekat Puncak Andes.

Salar terbentuk dari hasil transformasi beberapa danau prasejarah. Sejarah geologi Salar berkaitan dengan transformasi yang berurutan antara beberapa danau besar. Paling tidak, antara 30.000 - 42.000 tahun lalu, daerah itu bagian dari sebuah danau raksasa prasejarah, Danau Minchin. Masa ini diperkirakan dari tanggal radiokarbon kerang-kerang dari tonjolan sedimen dan karbonat terumbu-terumbu, serta berbagai macam laporan studi. Danau Minchin diperkirakan berusia antara 13.000 - 18.000 tahun, tergantung pada sumbernya. Danau prasejarah yang paling muda adalah Coipasa, dengan tanggal radiokarbon 11.500 - 13.400 tahun.

Ketika mengering, meninggalkan dua danau modern, yakni Danau Poopo dan Uru Uru, serta dua gurun garam utama, Salar de Coipasa dan Salar de Uyuni. Danau Poopa bertetangga dengan Danau Titiaca yang lebih besar. Selama musim hujan, Titiaca meluap dan melebur ke Poopo, yang kemudian membanjiri Salar de Coipasa dan Uyuni.

Salar yang ditutupi oleh beberapa meter kerak garam memiliki kerataan menakjubkan, dengan variasi ketinggian rata-rata dalam 1 meter mencakup seluruh wilayah Salar. Kerak berfungsi sebagai sumber garam dan di bawah permukaan Salar adalah danau air asin dengan kedalaman 2 - 10 m, yang kaya lithium, atau diperkirakan sekitar 5,4 juta ton lithium yang belum diekstraksi. Dengan demikian, Bolivia memegang 50% dari cadangan lithium dunia.

Salar berfungsi pula sebagai jalur transportasi utama di Altiplano Bolivia dan merupakan tempat berkembang biak utama bagi beberapa jenis flamingo merah muda. Antiplano adalah dataran tinggi yang terbentuk selama peningkatan Pegunungan Andes. Dataran tinggi ini meliputi danau air segar dan asin serta datran-dataran garam, juga dikelilingi oleh pegunungan tanpa outlet drainase. Wilayah yang besar, langit yang jelas, dan kerataan permukaan yang luar biasa menjadikan Salar objek ideal untuk kalibrasi altimeter-altimeter dari satelit pengamat Bumi.

Pada 1980-an dan 1990-an, ekstrasi lithium oleh perusahaan asing mendapat tentangan keras dari masyarakat setwmpat. Mengingat kemiskinan mereka, masyarakat setempat percaya bahwa uang yang ditanamkan dalam penambangan tak akan sampai pada mereka.

Sekarang tak ada penambangan di situs tersebut dan pemerintah Bolivia tak membiarkan perusahaan asing mengeksploitasinya. Sebaliknya, mereka membangun pabrik percontohan sendiri dengan produksi tahunan sederhana sebesar 1.200 ton litihium, yang akan ditingkatkan menjadi 30 ribu ton pada 2012.
 

Rabu, 05 Desember 2012

Flare (Kantar)

Flare merupakan letupan atau ledakan matahari. Flare ini bisa terjadi karena pada saat terjadi siklus 11 tahunan dari Matahari, Matahari melepaskan partikel berenergi tinggi dari permukaannya secara konstan. Partikel ini didominasi oleh medan magnet dan dikenal sebagai angin Matahari. Saat Matahari berada pada fase maksimum, kemungkinan Bumi akan menerima energi ledakan yang cukup dahsyat dari Matahari, bahkan hingga 100 miliar kali lebih kuat daripada bom atom yang terjadi di Hiroshima.

Matahari memang mengalami siklus alami yang terjadi setiap 11 tahun sekali. dalam siklus ini, energi dalam jumlah besar akan terbentuk dan pada akhirnya akan membentuk lingkaran korona. Saat lingkaran korona ini muncul terus menerus di permukaan Matahari, bintik Matahari pun ikut muncul. Lingkaran korona ini dapat menggeser lapisan permukaan terpanas dari Matahari. Hal yang terjadi selanjutnya adalah magnet reconnection. Magnet reconnection merupakan peristiwa di mana terjadi hubungan antara berbagai sumber magnetik. Magnet reconnection inilah yang memicu terjadinya flare Matahari dalam berbagai ukuran. Flare ini muncul mulai dari ukuran nanoflare hingga flare kelas-X yang menunjukkan letupan yang terjadi sangat kuat. Tetapi, letupan ini hanya terjadi di daerah sekitar permukaan Matahari yang jaraknya tentu sangat jauh dari permukaan Bumi.

Letupan flare mungkin terjadi dengan sangat dahsyat, tetapi ini tidak akan membunuh manusia di Bumi. Kemungkinan yang terjadi akibat flare ini adalah kerusakan yang terjadi pada satelit-satelit di luar angkasa atau melukai astronaut yang sedang berjalan-jalan di luar angkasa dan tidak menggunakan pelindung. Fenomena ini sendiri tidak akan sampai menghancurkan manusia ataupun Bumi seperti yang terlihat di film-film.

Selasa, 04 Desember 2012

Perbandingan Bumi dan Mars

Bumi dan Mars
Mars adalah planet yang sangat berbeda dari Bumi. Mars berjarak 228 juta km dari Matahari, sedangkan Bumi berjarak 150 juta km. Karena berjarak lebih jauh, Mars memerlukan waktu 687 hari untuk mengorbit Matahari, sedangkan Bumi hanya memerlukan waktu 365 hari. Massa Mars hanya 1/10 massa Bumi dan diameternya yang 6.790 km hanya setengah dari diameter Bumi (12.756 km). Malam di Mars sangat dingin -- sedingin Kutub di Bumi. Musim dingin di Mars lebih dingin daripada musim dingin di Bumi.

Suhu di Mars dapat turun drastis menjadi -125°C, cukup dingin untuk membekukan gas karbon dioksida di atmosfer. Tidak ada oksigen di Mars, sehingga tidak ada manusia yang bisa hidup di sana tanpa menggunakan pakaian luar angkasa. Bumi memiliki satu bulan, tetapi Mars mempunyaa dua bulan/satelit, Deimos dan Phobos.

Planet Mars
Mars yang dilihat dari teleskop Hubble.
Meskipun demikian, ada juga kesamaan antara kedua planet ini. Seperti Bumi, Mars memiliki ngarai dan gunung berapi di atas permukaannya. Ngarai terpanjang, Valles Marineris, dapat memuat Grand Canyon, di Amerika Serikat. Gunung tertinggi di Mars disebut Olymus Mons dan tiga kali lebih tinggi dari Mount Everest. Pada tahun 1976, sebuah foto diambil oleh wahana ruang angkasa Viking menunjukkan gambar yang dianggap oleh sebagian orang sebagai muka raksasa dari batu Mars. Foto-foto berikutnya menunjukkan bahwa itu adalah bukit berbatu.

Pada akhir abad ke-19, astronom Italia, Giovanni Schiaparelli mengira telah menemukan kesamaan lain antara Bumi dan Mars. Dengan melihat melalui teleskop, dia mengira telah melihat terusan di Mars. Ini sangat mengejutkannya. Apakah ini berarti bahwa pernah ada atau telah ada kehidupan di Mars? Namun, penelitian selanjutnya membuktikan bahwa tidak ada terusan dan dipercaya bahwa yang dia lihat mungkin adalah jejak pasir yang berpindah atau jejak tiupan angin.

Yeti

Pada tahun 1921, Letnan Kolonel Charles Kenneth Howard-Bury, seorang tentara Inggris yang memimpin suatu ekspedisi pendakian Gunung Everest, menceritakan suatu kisah yang penuh tanda tanya. Timnya telah menyusuri bagian utara gunung itu ketika mereka melihat ada satu sosok gelap yang bergerak di permukaan bersalju dia atas mereka. Ketika mereka menjelajahi lokasi di mana sosok itu terlihat, satu-satunya tanda yang ditemukan adalah jejak kaki yang mirip jejak kaki manusia, tetapi besar dan bentuknya tidak lazim. Howard-Bury mengatakan bahwa orang-orang Sherpa yang menjadi pemandu mereka itu menyebut makhluk itu "Metoh-Kangmi". Yang jika diterjemahkan, berarti "Manusia Salju yang Mengerikan."

Sebenarnya, "Metoh-Kongmi" adalah suatu sebutan kolektif untuk tiga makhluk yang misterius. Secara individu, mereka memiliki nama masing-masing -- "Dzu Teh," seekor binatang yang besar dan berbulu lebat, para ahli yakin bahwa sebenarnya ini adalah salah satu jenis beruang langka di wilayah itu. "Thelma," yang dianggap sebagai spesies gibbon, dan "Meh-Teh" atau "Yeh-Teh," "manusia-binatang" atau "penghuni gunung batu." Binatang yang terakhir inilah yang paling misterius. Dia dideskripsikan sebagai makhluk yang tingginya antara 1,5 - 2 meter, dengan rambut kemerahan, sepasang lengan yang panjang menjuntai, kepala yang bentuknya mirip kerucut dan berwajah seperti manusia. "Yeh-Teh" inilah yang sekarang kita kenal sebagai Yeti.

Pada tahun 1925, seorang fotografer Yunani yang bernama N.A. Tombazi sedang melakukan ekspedisi ke Himalaya ketika salah seorang Sherpa pemandunya menunjuk pada satu sosok di kejauhan. Tombazi mengatakan bahwa makhluk itu berdiri dengan tegak, seperti manusia, dan sedang menarik-narik tumbuhan rhododendron. Binatang itu menghilang sebelum Tombazi sempat merekamnya, tetapi rombongan itu menuju ke wilayah di mana makhluk itu pernah terlihat dan mereka menemukan jejak-jejak kaki yang aneh dan mirip kaki manusia. Pada tahun-tahun berikutnya, ada banyak laporan tentang jejak-jejak aneh di atas permukaan salju.

Pada tahun 1951, pendaki-pendaki berpengalaman, Eric Shipton dan Michael Ward, ikut serta dalam kelompok Ekspedisi Penjelajahan Everest. Mereka sedang berusaha untuk mencari rute yang paling baik untuk mendaki gunung itu ketika mereka menemukan serangkaian jejak kaki yang masih baru dan tidak lazim. Shipton dan Ward memotret jejak kaki yang berukuran 33 x 45 cm, dan menelusuri jejak-jejak itu sampai ke bagian di mana jejak itu menghilang. Sir Edmund Hilary dan Sherpa Tenzing Norgay, dua pengunjung Everest paling terkenal, menemukan jejak-jejak kaki raksasa dalam perjalanan mereka menuju puncak Everest pada tahun 1953. Ini adalah berita yang menarik, karena seharusnya ayah Norgay sempat bertemu dengan seekor Yeti, beberapa saat sebelum dia meninggal; kemudian Hilary memimpin suatu upaya pencarian unutk menemukan bukti dari keberadaan Yeti.

Mungkinkah ini jejak kaki seekor Yeti?
Ketika ekspedisi Yeti yang dilakukan oleh Hilary pada tahun 1960 tidak menemukan apa pun, dia menyatakan bahwa binatang itu tidak lebih dari sekedar cerita rakyat tentang hal-hal gaib. Tetapi banyak pakar yang merasa bahwa Hilary terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bahkan rekan Hilary dalam misi itu, Desmond Doig, mengatakan bahwa ekspedisi itu terlalu besar dan tidak terkoordinasi dengan baik. Doig sependapat bahwa mereka memang tidak bertemu dengan Yeti, tetapi mereka juga tidak melihat adanya leopard salju, yang keberadaannya sudah tidak diragukan lagi.

Ekspedisi yang gagal ini memadamkan banyak minat orang terhadap Yeti, tetapi dalam beberapa tahun kemudian, ada lebih banyak jejak kaki aneh yang ditemukan. Pada tahun 1974, ada laporan bahwa salah satu dari makhluk itu menyerang seorang gadis Sherpa yang sedang menggembalakan yaks-nya, dan menewaskan sepasang hewan peliharaannya itu. Kemudian, pada bulan Maret 1986, Tony Woodbridge, seorang fisikawan Inggris melakukan proyek lari solo yang disponsori untuk mengelilingi Himalaya, dia mendapat suatu pengalaman yang luar biasa,  yaitu bertemu muka dengan monster itu. Sehari sebelumnya, sebenarnya Woodbridge telah melihat jejak-jejak kaki itu, tetapi dia tidak terlalu memedulikannya sampai dia mendengar suatu gemuruh yang seperti suara salju longsor.

Ketika dia menelusuri jejak-jejak aneh itu lebih jauh lagi, ternyata memang ada salju yang benar-benar longsor, menciptakan sebuah tembok beku yang tak tertembus. Anehnya, itu terlihat seperti sesuatu yang telah berguling menuruni permukaan bersalju. Woodbridge mengikuti jejak-jejak kaki itu sampai ke jejak yang terakhir, dan 150 meter dari situ, dia melihat sosok makhluk besar yang berbulu, kokoh, dan berdiri dengan tegak. Makhluk itu tidak bergerak sedikit pun, dan Woodbridge cukup beruntung karena dia membawa kamera. Sayangnya, meskipun Woodbridge telah memberikan pengakuan yang meyakinkan, tetapi pengamatan yang seksama terhadap foto-fotonya menimbulkan keraguan terhadap apa yang dikatakan Woodbridge, sehingga ada pendapat bahwa sebenarnya yang dipotret Woodbridge hanyalah sebuah pohon tumbang.

Meskipun peristiwa-peristiwa perjumpaan seperti itu tidak dapat mempengaruhi keyakinan orang-orang yang skeptis, tetapi banyak pakar yang setuju terhadap pendapat bahwa ada sesosok spesies kera yang tinggal tidak terlalu jauh dari komunitas manusia. Beberapa spesies dari jenis ternak liar dan rusa hutan baru ditemukan dalam sepuluh tahun terakhir ini. Ada kemungkinan bahwa makhluk-makhluk seperti Yeti, yang merupakan keturunan kera prasejarah mungkin sedang berkeliaran di suatu bagian bumi ini dan sama sekali belum diketahui keberadaannya. Apa pun yang dibuktikan oleh para ilmuwan dan para pakar, orang-orang Sherpa telah percaya bahwa di atas gunung itu, mereka tidak sendirian.






Senin, 03 Desember 2012

Tahun - Tahun Penting Seputar Luar Angkasa

Seputar Langit dan Luar Angkasa
  • 1300-an SM Astronom Cina memetkan rasi bintang.
  • 500 SM        Pythagoras menyatakan bahwa Bumi berbentuk bulat.
  • 250 SM        Aristarchus membuktikan bahwa Matahari pasti lebih jauh dari kita daripada Bulan.
  • 100 SM        Hipparchus membuat katalog bintang.
  • 1540-an        Nicolaus Copernicus menunjukkan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari, bukan            sebaliknya
  • 1608             Hans Lippershey dari Belanda menggunakan teleskop, meskipun orang lain mungkin telah menciptakan teleskop sebelumnya.
  • 1609 - 1610 Galileo membuat teleskop untuk melihat langit dan menemukan bahwa Matahari memiliki bintik-bintik.
  • 1668             Isaac Newton membuat teleskop pemantul pertama, meskipun gagasan ini dikemukakan lima tahun sebelumnya oleh ilmuwan Skotlandia, James Gregory.
Seputar Misi Ruang Angkasa
  • 1926    Roket berbahan bakar cair pertama.
  • 1957    Satelit buatan pertama yang diluncurkan oleh Rusia: Sputnik 1.
  • 1958    Satelit Amerika Serikat pertama: Explorer 1
  • 1961    Orang pertama di ruang angkasa: Yuri Gagarin dari Rusia.
  • 1965    Wahana ruang angkasa Rusia Venera menabrak Venus.
  • 1965    "Perjalanan ruang angkasa" pertama dilakukan di orbit Aleksei Leonov dari Rusia.
  • 1969    Amerika mendaratkan dua astronaut Apollo 11 di Bulan.
  • 1970    Venera 7 milik Rusia mendarat dengan baik di Venus.
  • 1971    Salyut milik Rusia adalah stasiun ruang angkasa pertama di orbit.
  • 1976    Dua wahana robot Amerika Serikat, Viking mendarat di Mars.
  • 1977    Satelit Voyager 1 dan Voyager 2 meninggalkan Bumi menuju planet-planet yang jauh.
  • 1981    Penerbangan pertama Pesawat Ulang-Alik Amerika Serikat - dua pesawat hilang dalam kecelakaan.
  • 1997    Penjelajah Sojourner menjelajahi Mars.
  • 2003    Voyager 7 memasuki "ruang antar bintang".
  • 2004    Spirit dan Opportunity menjelajahi Mars.

Selasa, 18 September 2012

Monster Sungai White

Dari semua binatang misterius yang suka bersembunyi dan menakjubkan di dunia, tidak ada yang disukai oleh para "tetangga"nya selain dari "Whitey" alias Monster dari Sungai White ini. Kenyataannya, Arkankas State Legislator (dewan legislatif untuk negara bagian Arkansas) telah menyatakan bahwa area dimana makhluk itu paling sering terlihat--di sekitar kota Newport--adalah "Suaka bagi Monster dari Sungai White". Di wilayah itu, mengganggu, membunuh, menginjak-injak, atau membahayakan makhluk itu adalah tindakan yang melanggar hukum. Tetapi kasusnya tidak selalu demikian--sebenarnya warga setempat ingin meledakkan monster itu dengan dinamit.

Kemunculan pertama Whitey adalah pada tahun 1890-an. Kemudian dia muncul kembali pada tahun 1915, tetapi dia baru benar-benar menarik minat massa pada minggu pertama bulan Juli 1927. Orang-orang yang memancing di sungai White, anak sungai besar dari Sungai Mississippi, mendapati bahwa mereka sulit untuk mendapatkan banyak ikan. Suatu hari, mereka melihat sesosok makhluk aneh di suatu putaran arus, kemudian mereka melaporkannya pada pemilik perkebunan setempat, Bramlett Bateman. Bateman menanggapinya dengan skeptis, tetapi dia bersedia untuk melihat apa pun yang mereka temukan itu. Dia terguncang ketika melihat apa yang ada di depan matanya. Sesosok monster yang kulitnya seperti kulit gajah, lebarnya 1,2 - 1,5 meter, panjangnya 3,60 meter, dengan wajah seperti ikan lele, sedang bermain-main di permukaan air.

Bateman merasa bahwa makhluk itu adalah ancaman bagi tanamannya, dan dia meminta izin pada aparat pemerintah setempat untuk meledakkan bagian pusaran air itu dengan TNT. Pihak yang berwenang pun menolak untuk memberikan izin itu, dan pada saat itu, ratusan orang sudah mendengar berita tentang fenomena itu. Mereka datang dari California (yang jauh dari situ), beberapa ada yang membawa kamera, ada juga yang membawa bahan peledak;bahkan dilaporkan ada satu orang yang membawa pistol mesin. Rencana untuk menangkap makhluk itu dengan sebuah jala pun gagal, dan upaya Bateman untuk menggunakan para penyelam handal (yang biasa menyelam di laut dalam) untuk menemukan binatang itu pun tidak membuahkan hasil. Ketika orang sudah mulai kehilangan minat terhadap makhluk itu, Bateman merasa bahwa dia dituduh telah mengarang suatu berita bohong, meskipun sudah tercatat ada lebih dari 100 laporan mengukuhkan tentang penampakan-penampakan yang terjadi selama periode di mana minat warga masih cukup tinggi.

Whitey pun terlupakan, tetapi dia muncul kembali secara dramatis pada bulan Juni 1971. Waktu itu, seseorang sedang memancing bersama dua temannya ketika tiba-tiba di depan mereka terjadi semburan air yang sangat besar, dan sesosok makhluk yang panjangnya 6 meter, dengan punggung yang berduri terlihat di permukaan air, kemudian menghilang ke dalam air. Orang itu mencoba untuk memotret binatang itu, yang kemudian foto itu dijual ke surat kabar Newport Daily Independent. Orang-orang yang melihat foto itu tidak terkesan oleh kejelasannya, dan setelah itu, surat kabar itu pun kehilangan foto aslinya.

Akan tetapi, banyak saksi mata lainnya yang melihat sesosok makhluk panjang berwarna abu-abu di permukaan Sungai White. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa makhluk itu sepanjang mobil boks, dan bahwa kulitnya yang halus terlihat seperti habis mengelupas. Sementara orang-orang lainnya mengatakan bahwa makhluk itu mengeluarkan suara-suara yang aneh, seperti ringkikan kuda atau lenguhansapi. Orang-orang yang berusaha untuk mengamati wajah makhluk itu secara detail mengatakan bahwa di dahi makhluk itu ada sebuah tanduk yang aneh. Suatu bekas jejak yang aneh sepanjang 35 cm pun ditemukan du Pulau Towhead yang tidak jauh dari situ, dan suatu tim peliput berita dari CBS pun segera datang untuk melaporkan dari tempat kejadian. Laporan terakhir dari Whitey ini adalah pada bulan Juli tahun yang sama, ketika dua orang yang sedang memancing mengatakan bahwa perahu mereka berguncang keras akibat ulah dari apa yang mereka yakini sebagai monster itu. Media pun tidak lagi meliput tentang penampakan-penampakan Whitey, dan pada bulan Februari 1973, Senat Arkansas pun mengeluarkan resolusinya untuk melindungi binatang itu.

Dari laporan tercatat bahwa saksi mata yang ada, beberapa pakar percaya bahwa mungkin Whitey adalah "Elephant Seal" (anjing laut yang mirip gajah) yang tersesat. Panjang mereka bisa mencapai 6 meter, dan semua deskripsi tentang suara-suara, tekstur kulit dan tanduk di dahi itu semuanya cocok. Diketahui juga bahwa jenis anjing laut yang mirip gajah ini setiap tahunnya bermigrasi sejauh 11.000 km, sehingga mungkin mereka tersesat. Akan tetapi, lokasi koloni anjing laut terdekat adalah di pantai barat Amerika, jadi dia harus melewati Terusan Panama untuk sampai ke Sungai White. Selain itu, umur anjing laut yang mirip gajah ini hanya sekitar lima belas tahun, jadi tidak ada satu pun dari mereka yang dapat melakukan penampakan selama hampir satu abad. Apa pun sebenarnya Whitey ini, dia boleh yakin bahwa dia akan mendapatkan sambutan hangat (atau bahkan sambutan yang spektakuler) jika lain kali dia muncul lagi di Arkansas.

Jumat, 14 September 2012

Monster-Monster Danau Utah

Cerita-cerita rakyat di Utah mengatakan bahwa Danau Great yang ada di negara bagian itu tidak hanya menjadi sarang dari satu, atau dua monster air yang menakutkan, tetapi lima. Penduduk asli Amerika pada zaman dahulu percaya bahwa ada beberapa danau yang dikutuk oleh "Bayi-bayi Air" yang dapat membujuk para wisatawan untuk memasuki perairan itu sampai tewas. Ketika para pendatang baru mulai berdatangan untuk menghuni wilayah itu, suku-suku setempat menceritakan kisah-kisah tentang kadal air raksasa, panjangnya 9 meter, dengan mulut dan sepasang telinga yang besar, yang akan menelan manusia secara utuh. Penduduk setempat mengatakan bahwa binatang melata raksasa itu telah menghilang sejak tahun 1820-an, tetapi pada tahun 1860-an, orang-orang kulit putih yang tinggal di wilayah itu melaporkan adanya insiden-insiden yang melibatkan semua makhluk-makhluk bersisik yang sangat besar dan menakutkan.

Di danau Bear dan Utah di wilayah utara ada lebih banyak penampakan dari monster-monster ini; bahkan penjelasan dari para saksi mata mengungkapkan bahwa kedua danau itu memiliki sepasang naga-air. Salah satu dari beberapa penampakan awal makhluk-makhluk ini adalah pada tahun 1864 ketika seorang penduduk setempat, Henry Walker, sedang berada di Danau Utah. Dia melaporkan bahwa dia melihat sesuatu yang tampak seperti seekor ular raksasa, tetapi dengan kepala yang mirip dengan anjing pacuan, yang membuat dia sangat ketakutan hingga dia bergegas keluar dari danau itu. Selama bertahun-tahun berikutnya, ada banyak laporan dari orang-orang yang dapat dipercaya, di antaranya adalah pemuka-pemuka agama setempat, bahwa mereka telah bertemu dengan makhluk-makhluk itu. Semua saksi mata memberikan deskripsi yang sama -- makhluk bertubuh ular raksasa, dengan kaki-kaki pendek yang seperti belalai, muncul dari air dengan mulut yang menganga sangat lebar dan mata hitam yang menakutkan.

Pada akhir tahun 1860-an, gagasan tentang memburu makhluk ini pun menjadi kegemaran banyak orang. Para pemuda setempat mencoba menembak makhluk-makhluk itu. Beberapa ada yang berhasil mengenai sasaran, meski tidak ada seorang pun yang cukup untuk melukai makhluk itu sehingga dapat ditangkap. Suatu malam, seorang petani mendengar suara gemerisik di kebunnya. Dengan hanya menggunakan senapan tuanya, dia menyerang dan menembak makhluk itu, ternyata dia mendapati bahwa itu adalah lembu tetangganya. Suatu bukti fisik ditemukan pada tahun 1870 ketika seorang nelayan dari Springville, kota yang tidak jauh dari situ, menemukan tulang belulang besar yang tak teridentifikasi, dengan taring sepanjang 12,5 cm di rahangnya. Tahun berikutnya, Salt Lake Herald bahkan memberitakan bahwa monster itu sudah tertangkap, tetapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada tubuh dari makhluk itu.

Pada tahun 1871, dua pria setempat sedang memancing di Danau Bear ketika mereka melihat monter itu muncul dari dalam air. Mereka mengatakan bahwa beberapa kali mereka mencoba menembak makhluk itu dengan senapan mereka, tetapi makhluk tiu pergi berenang begitu saja. William Budge, seorang kapten kereta api, mengatakan bahwa pada tahun 1874 dia juga telah melihat makhluk ganjil dari Danau Bear. Budge juga melaporkan bahwa makhluk itu ada sekitar 20 yard dari tepi danau ketika dia muncul dari dalam air. "Wajah dan sebagian kepalanya tertutup oleh bulu atau rambut pendek seperti warna tembakau muda" katanya. Budge juga mendeskripsikan bawha makhluk itu memiliki wajah yang datar, dengan sepasang mata yang besar, telinga yang menonjol dan leher yang panjangnya antara 1,2 - 1,5 meter.

Salah satu dari sekian banyak penggambaran
dari Monster Danau Utah 
Penduduk sekitar Danau Bear sangat terpengaruh oleh kesaksian Budge sehingga mereka memutuskan untuk membuat perangkap guna menangkap binatang itu. Brigham Young dan Phineas Cook, dua warga setempat yang dihormati, menyusun suatu rencana yang lebih dari sekadar untuk memancing seekor binatang raksasa. Mereka menyambung tali sepanjang 90 meter, dengan tebal 2,5 cm, menjadi suatu kaitan panjang yang ujungnya diikatkan dengan sepotong besar daging domba sebagai umpan. Posisi tali itu ditandai oleh sebuah pelampung yang mengapung di permukaan danau. Meskipun umpan perangkap itu sering raib tercuri, tetapi monster itu tidak pernah terlihat oleh mereka.
Penampakan - penampakan monster danau itu berkurang secara drastis pada akhir abad ke-19. ada suatu penampakan dari makhluk Danau Utah itu pada tahun 1921, yang menandai adanya kebangkitan kecil dari minat warga setempat terhadapnya, tetapi kemudian seluruh wilayah itu kembali tenang. Sejak saat itu, hanya ada sedikit laporan yang dapat dipercaya, salah satunya adalah laporan pada tahun 1946 dari seorang petinggi Pramuka setempat yang mengatakan bahwa dia telah melihat sesosok makhluk aneh yang muncul di permukaan danau. Laporan itu dianggap sangat detail dan akurat sehingga yang mengabaikannya hanyalah orang yang paling skeptis akan hal itu. aparat pemerintah setempat juga menyatakan bahwa petinggi Pramuka itu tidak berbohong. Tetapi beberapa orang masih meragukan kebenaran tentang monster-monster Danau Utah itu. Dalam kuliah tentang subyek ini yang disampaikan oleh seorang sejarawan setempat, D. Robert Carter, dia mengatakan bahwa dia percaya makhluk itu sebenarnya adalah spesies hama raksasa, humbug.

Selasa, 14 Agustus 2012

Monyet Sigung

Pada pertengahan tahun 1970-an, beberapa tahun setelah film Bigfoot dipublikasikan, polisi Florida menerima banyak sekali laporan yang mengatakan bahwa ada sesosok makhluk yang mirip Bigfoot yang tinggal di rawa-rawa di negara bagian itu. Banyak saksi mata yang mendeskripsikan makhluk itu seperti seekor monyet yang berdiri dengan tegak, tingginya 2,14 meter dan tubuhnya berbulu cokelat muda. Sepertinya dia masih keluarga Bigfoot, tetapi ada satu ciri unik dari monster Florida ini -- bau tajam, seperti campuran antaratelur-telur busuk, tinja binatang dan kandang gajah. Seorang saksi mata mengatakan bahwa makhluk itu baunya seperti seekor sigung yang berguling-guling dalam tong sampah besar. Makhluk itu dijuluki "Monyet Sigung".

Monyet Sigung, atau monyet yang aktif di  malam hari?
Hanya makhluk dalam foto itulah yang tahu pasti.
Setelah banyaknya penampakan awal itu, fenomena Monyet Sigung pun mulai surut. Beberapa foto, replika jejak kaki dan sampel bulu pun dikumpulkan, tetapi penamapakan Monyet Sigung itu mendadak tidak ada lagi. Ada dugaan bahwa makhluk itu telah ditangkap US Army dan dikurung di Taman Nasional Everglades. Mitos urban ini mengatakan bahwa makhluk itu melarikan diri dengan meruntuhkan tembok beton dan kembali ke tempat tinggalnya di rawa-rawa. Beberapa pengamat Monyet Sigung yakin bahwa binatang ini telah ditangkap dan menjadi penghuni tetap di Suaka Margasatwa Big Cypress, tetapi dari 70 penjaga cagar alam yang berpatroli di wilayah itu, tidak ada satu pun yang pernah melihat dia.

Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa penampakan baru terlihat di Ochapee, Florida. Sekelompok wisatawan yang ditawar berkeliling Everglades melihat sosok makhluk besar di tepi rawa-rawa. Belakangan, terlihat makhluk itu menyeberang jalan di depan rumah seorang kepala pemadam kebakaran setempat. Orang itu mengambil kameranya dan memotret binatang yang segera kembali ke rawa-rawa itu.

Foto ini memperlihatkan sesosok monster besar berbulu cokelat, tetapi bahkan orang yang memotretnya sendiri pun berkata, bahwa menurutnya kemungkinan makhluk itu adalah seorang manusia yang memakai kostum monyet. Dengan keyakinan seperti itu dari seorang saksi mata langsung, apakah ada harapan bahwa Monyet Sigung itu benar-benar ada?

Sabtu, 28 Juli 2012

Ogopogo

Biasanya ada suatu imbalan yang menyertai kepala para penjahat buron. Sekarang, binatang-binatang mistis tampaknya juga menjadi objek kesukaan para pemburu imbalan. Antara bulan Agustus 2000 hingga September 2001, tiga perusahaan dari sekitar Danau Okanegan menjanjikan $2 juta bagi siapa pun yang dapat menemukan bukti hidup yang nyata bahwa monster Ogopogo yang banyak diceritakan orang itu benar-benar ada. Kejahatan yang dilakukan makhluk ini sulit untuk dikatakan, meskipun ada cerita-cerita bahwa makhluk itu menangkap dan membunuh warga setempat yang tidak berdaya di danau. Tidak dapat disangkal lagi bahwa Ogopogo adalah penyerang berantai yang meresahkan masyarakat.

Danau Okanegan ada di British Columbia, Kanada. Panjangnya sekitar 160 km, dengan kedalaman hampir 300 meter. Suku asli wilayah itu, yaitu suku Salish, percaya pada seekor ular yang menakutkan yang mereka sebut sebagai "N'ha-a-tik", alias "Setan Laut". Mereka mengatakan bahwa makhluk itu tinggal dalam sebuah goa yang lokasinya dekat dengan bagian tengah danau, dan mereka sering mempersembahkan korban-korban untuk menyenangkan si monster. Para pendatang dari Eropa biasanya suka menertawakan legenda itu, tetapi seiring berjalannya waktu, Ogopogo telah mengukuhkan dirinya di benak banyak orang yang tinggal di sekitar danau itu.

Sejak pertengahan tahun 1800-an, para imigran kulit putih mulai melihat fenomena aneh di danau itu. salah satu dari cerita-cerita utama mereka adalah tentang seorang pria yang menyeberangi danau itu bersama dua ekor kudanya yang sudah diikat, yang berenang di belakangnya. Tiba-tiba ada tenaga aneh yang menarik kedua kuda itu ke dalam air, dan pria itu hanya dapat menyelamatkan diri dengan memotong tali yang mengikat dia dengan kedua kudanya itu.

Para saksi mata mengatakan bahwa makhluk itu panjangnya mencapai lebih dari 15 meter, dengan kulit berwarna hijau, beberapa punuk, dan kepala yang mirip kuda dansangat besar. beberapa orang mencoba untuk melihatnya dari jarak dekat ketika dia sedang melahap tanaman air; mereka mengatakan bahwa Ogopogo memiliki kaki-kaki atau sirip-sirip kecil. Mungkin itu adalah "sepupu" Monster Loch Ness yang tinggal di Amerika Utara. Kebanyakan penampakan itu berasal dari daerah sekitar kota Kelowna, dekat bagian tengah danau itu, dan banyak pengamat monster yang sekarang sependapat bahwa sepertinya makhluk itu tinggal di wilayah yang diceritakan dalam legenda masyarakat setempat.

Jumat, 20 Juli 2012

Mothman

Monster ini tingginya mencapai sekitar 7 kaki (2,14 meter) dan memiliki ciri-ciri yang mirip manusia, tegap, dengan sepasang mata merah yang berkilau dan sepasang sayap besar berwarna cokelat, dia dapat naik melesat ke langit dari posisi berdiri, dan terbang dalam kecepatan yang menakjubkan, dan memutilasi binatang-binatang korbannya, dan langsung menebar ketakutan dalam hati orang-orang yang melihatnya. Akan tetapi, selama lebih dari setahun pada pertengahan tahun 1960-an, lebih dari 100 penduduk--yang kesaksiannya dapat dipercaya--sebuah kota di West Virginia, melihat dengan jelas sosok mengerikan yang meneror komunitas mereka itu. Mereka melihat "Mothman".

Berdasarkan laporan pada awal bulan November 1966, ada banyak penampakan dari "burung aneh yang sangat besar di sekitar Point Pleasant, West Virginia, Amerika Serikat. Pada November 1966, lima orang penggali makam melaporkan bahwa mereka melihat "manusia berwarna cokelat" terbang di pepohonan dekat mereka dan melayang di atas kepala mereka. Tiga tahun kemudian, makhluk itu benar-benar menebar ketakutan di antara warga setempat dengan penampakan dari jarak dekat.

Pada 15 November 1966, dua pasangan muda sedang berkendara bersama di dekat Suaka Margasatwa McClintic, di luar kota Point Pleasant. Belakangan pada sore itu, kedua pasangan itu, melaju mendekati sebuah bekas pabrik generator dan melihat bahwa pintunya terlihat seperti terkoyak. Pada saat itulah mereka melihat bahwa dari tengah keremangan sore itu, ada sepasang mata yang sangat besar yang menatap mereka. Mata besar yang menatap tajam dan seolah menghipnotis itu adalah milik sosok yang menurut mereka bentuknya seperti manusia, tetapi lebih besar, mungkin tingginya 180-210 cm, dan dipunggungnya ada sepasang sayap lebar yang terlipat.

Ketika makhluk itu mendekat, kedua pasangan muda itu segera ngebut menjauh, tetapi ketika mereka melihat ke belakang, mereka melihat makhluk itu melayang di udara, melesat lurus ke atas tanpa mengepakkan sayapnya. Sayapnya selebar 3 meter lebih, dan dia dapat mengikuti laju mobil mereka, meskipun mobil itu sudah dipacu dalam kecepatan 160 km/jam. Akhirnya, mereka sampai ke perbatasan kota Point Pleasant, dan makhluk itu berbalik arah dan menghilang. Kemudian mereka langsung menuju kantor polisi setempat dan melaporkan apa yang telah mereka saksikan. Meskipun polisi setempat tidak menemukan apa-apa di tempat pasangan muda itu melihat makhluk misterius itu, mereka menerima bahwa kedua pasangan itu telah melihat sesuatu.

Dalam beberapa hari berikutnya, laporan-laporan tentang seekor burung raksasa yang meneror warga setempat pun berdatangan ke markas polisi, dengan frekuensi yang semakin meningkat. Para penumpang mobil mengalami kejadian-kejadian di mana makhluk itu menukik turun dari udara ke arah mereka, dan penerimaan sinyal radio di sekitar wilayah itu pun mengalami gangguan. Ada seorang pria yang tinggal di Salom, 144 km dari Point Pleasant, tayangan televisi mengalami gangguan berat. Saat televisinya benar-benar tidak dapat menangkap sinyal lagi, anjingnya mendengking dari beranda. Kemudian orang itu keluar untuk memeriksa keadaan, dan dia melihat dua sorotan cahaya merah yang berkilau di gudang jeraminya, tepat pada saat itu, anjingnya lari ketakutan. Orang ini pun didera ketakutan, dia kembali ke rumahnya, mengunci semua pintu dan jendela. Malam itu, dia tidur dengan senapan di sampingnya. Sejak saat itu, anjingnya tidak pernah terlihat lagi.

Mungkin cerita yang paling mengerikan tentang Mothman terjadi pada 18 November 1966. Seorang ibu muda sedang mengendarai mobilnya untuk menemui beberapa temannya, yang salah satunya bertempat tinggal di dekat kompleks TNT (di sana hanya ada sedikit rumah). Wanita ini mengatakan bahwa dia telah melihat suatu cahaya merah yang aneh di udara, dan ketika dia tiba di rumah temannya, dia mendengar suara berderak di dekat mobilnya.

"Tampaknya seolah dia berbaring. Lalu bangun perlahan dari tanah. Sesuatu yang besar, berwarna abu-abu. Lebih besar dari manusia dengan mata berkilau yang mengerikan."

Dengan ketakutan, dia segera menggendong putri kecilnya dan lari masuk ke rumah, mengunci semua pintu. Makhluk itu mengikutinya, merangkak ke beranda, mengintip ke dalam melalui jendela-jendela rumah itu. Wanita itu menelepon polisi, tetapi ketika mereka tiba, Mothman itu sudah menghilang.

Tahun berikutnya, ada banyak saksi mata yang melihat kemunculan Mothman. Saksi mata antara lain adalah petugas-petugas pemadam kebakaran dan para pilot. Secara bertahap, laporan-laporan itu berganti menjadi kasus UFO, cahaya-cahaya aneh, dan "Orang-Orang Berbaju Hitam". Pada 15 Desember 1967, pukul 17.00, Silver Bridge yang menghubungkan Point Pleasant dengan Ohio tiba-tiba runtuh, kejadian itu menewaskan 46 orang, dan mau tidak mau, warga Point Pleasant harus berhadapan dengan kengerian yang sesungguhnya, bukan sekedar binatang buas dalam mitos. Akhirnya, kejayaan makhluk itu dalam menebar kengerian pun memudar, dan dia pun terlupakan. akan tetapi, banyak orang masih percaya bahwa runtuhnya jembatan itu mungkin merupakan aksi besar terakhir Mothman. 


Rabu, 18 Juli 2012

Cacing Maut dari Mongolia

Di bawah bukit-bukit pasir yang panas di Gurun Gobi, bersembunyi sesosok makhluk yang sangat ditakuti oleh orang-orang Mongolia, sehingga untuk menyebutkan namanya pun mereka tidak berani. Ketika mereka menyebut nama makhluk itu, mereka menyebutnya "Allghoikhorkhoi", yang berarti "Cacing Usus" karena monster yang seperti ular, gemuk, merah, dan mematikan ini tampak mirip dengan usus sapi. Cacing raksasa yang panjangnya bisa mencapai 1,20 meter ini dapat membunuh orang dalam sekejap. Bagaimana dia melakukannya, tidak ada seorang pun yang tahu. Beberapa orang yakin bahwa cacing ini meludahkan racun yang mematikan, sementara orang-orang lainnya mengatakan bahwa cacing itu dapat mengalirkan sengatan listrik besar. Ketika makhluk ini membunuh mangsanya, maka dia melakukannya dengan sangat cepat, dan dia dapta melakukannya dari jarak yang jauh. Dunia Barat menyebut monster ini sebagai "Mongolian Deathworm".

Orang-orang nomaden Mongolia percaya bahwa cacing raksasa ini membungkus mangsanya dengan suatu zat asam yang dapat mengubah warna semuanya menjadi kuning karatan. Legenda mengatakan bahwa ketika makhluk ini mulai menyerang, dia akan mengangkat separuh tubuhnya dari pasir dan mulai mengembang sampai meletus, melepaskan racun yang mematikan ke seluruh tubuh mangsanya yang malang. Racun itu sangat mematikan sehingga mangsanya dapat mati seketika.

Sebuah lukisan dari Cacing Maut Mongolia
yang dilukis oleh pelukis Belgia, Pieter Dirkx.
Karena Mongolia pernah berada di bawah pemerintahan Soviet sampai tahun 1990, orang-orang dari dunia Barat kurang begitu mengetahui tentang Cacing Maut ini. Dalam tahun-tahun belakangan ini, para peneliti sudah dapat mencari bukti dari keberadaan makhluk ini. Ivan Mackerle, salah seorang detektif ternama yang menyelidiki tentang Monster Danau Ness, mempelajari tentang wilayah itu dan mewawancarai banyak orang Mongolia tentang cacing itu. Berdasarkan laporan dari sedikitnya penampakan makhluk ini dan kematian-kematian yang aneh, akhirnya dia mebarik kesimpulan bahwa Cacing Maut ini bukan legenda semata. Tidak ada seorang pun yang tahu pasti tentang apa sebenarnya cacing itu. Para ahli yakin bahwa itu sebenarnya bukan cacing, karena Gurun Gobi adalah wilayah yang terlalu panas bagi jenis annelida untuk dapat bertahan hidup di situ. Beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa mungkin itu adalah kadal bertubuh lunak, tetapi kadal memiliki kaki kecil yang bersisik, sementara laporan-laporan dari para saksi mata mengatakan bahwa binatang ini tidak memiliki tangan maupun kaki, dan tubuhnya halus. Penjelasan yang paling memungkinkan adalah bahwa binatang ini termasuk jenis ular berbisa. Meskipun orang-orang Mongol sudah tidak ragu lagi akan karakteristik Cacing Maut ini, tetapi masih diperlukan riset bertahun-tahun lagi untuk memuaskan keingintahuan komunitas ilmiah dunia.

Fenomena Lusca & St. Augusta

 Di sekitar pantai Bahama dan Amerika tenggara ada cerita tentang gurita raksasa yang menangkap orang-orang yang berenang dengan perahu-perahu kecil yang tidak waspada. Orang-orang di pulau itu menyebutnya "Lusca" dan percaya bahwa makhluk itu hidup dalam goa-goa di bagian laut yang dalam. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang pernah melihat makhluk itu dalam lingkungan alaminya dan selamat untuk dapat menceritakan pengalamannya.

Suatu petang, pada bulan November 1896, dua orang pria sedang bersepeda di sepanjang pinggiran pantai yang letaknya sedikit di luar kota asal mereka, St. Augustine, Florida. Ketika mereka melihat ke pantai, mereka melihat seonggok bangkai yang sangat besar. Panjangnya 7 meter, lebarnya 5,5 meter, tingginya 1,2 meter, dan terlihat mempunyai banyak kaki. Kedua orang itu kepada Dr. Dewitt Webb, pendiri St. Augustine Historical Society dan Institut Sains, yang datang untuk memeriksa bangkai itu.

Webb memotret bangkai itu, dia mengamati bahwa kulit binatang itu berwarna merah muda keperakan, dan dia mengambil beberapa sampel. Webb mencatat bahwa kulit binatang itu tidak mempan terhadap kapak, tebalnya hampir 9 cm. Dia juga memperkirakan bahwa tubuh binatang itu beratnya sekitar 7 ton. Diperlukan empat ekor kuda dan sekumpulan masyarakat setempat untuk menyeret bangkai itu sejauh 12 meter ke tepi pantai untuk menjauhkannya dari ombak yang bergulung-gulung.

Webb yakin bahwa itu bukan bagian dari ikan paus, dan pasti makhluk itu adalah semacam gurita raksasa yang tak dikenal, jadi dia mengirimkan beberapa surat untuk menjelaskan tetntang bagkai itu kepada banyak ilmuwan ternama. Salah satu pakar yang dihubunginya adalah Profesor Verrill di Museum Nasional (yang sekarang di sebut Smithsonian) di Washington DC. Verrill mengatakan bahwa makhluk itu adalah cumi-cumi. Ketika Webb mengirimkan lebih banyak informasi kepada Verrill, dia berubah pikiran dan mengatakan bahwa makhluk itu adalah gurita. Verrill mengatakan bahwa tentakel gurita itu panjangnya mencapai 30,5 meter.

Verrill sendiri menolak untuk melihat bangkai makhluk itu, dia juga tidak bersedia memberikan dana atau sumber-sumber apa pun untuk mengawetkannya. Meskipun demikian, sang profesor memutuskan bahwa spesies baru itu seharusnya diberi nama seperti nama sang profesor, jadi dia menamakannya "Octopus Giganteous Verrill". Akhirnya, dia berubah pikiran lagi setelah menerima sampel jaringan tubuh binatang itu, dan dia mengatakan bahwa tubuh itu kemungkinan hanya kepala dari seekor sperma seekor ikan paus. Webb kecewa dan menyimpan sebanyak mungkin sampel dari bangkai itu. Akhirnya, bangkai itu terseret kembali ke laut.

Lebih dari 50 tahun kemudian, dua pakar biologi kelautan, Dr. F.G. Wood dan Dr. J.F. Gennaro Jr., menemukan cerita tentang monster laut St. Augustine dari beberapa kliping surat kabar lama. Mereka datang ke Smithsonian dan mengambil sampel dari spesimen asli yang pernah dikirim oleh Webb kepada Verrill. Wood pernah bekerja di Bahama dan dia tahu legenda dari "Lusca" terkenal itu. Legenda itu mengatakan bahwa makhluk itu adalah seekor gurita raksasa, dengan tangan yang panjangnya lebih dari 23 meter, yang hidup di lubang-lubang di palung laut. Dengan melihat sampel itu, Wood dan Gennaro dapat menarik kesimpulan bahwa itu adalah tubuh dari seekor gurita yang sangat besar. Akhirnya, pendapat Webb terbukti benar.

Tubuh seekor gurita yang sangat besar,
terdampar di pantai Florida. Apakah itu
benar-benar seekor Kraken?
Pada thun-tahun belakangan ini telah ditemukan contoh-contoh lain tentang makhluk yang sangat besar yang sebelumnya tidak dikenal. Cerita-cerita tentang cumi-cumi raksasa telah diceritakan turun temurun selama berabad-abad, tetapi baru pada abad terakhir inilah detail-detail yang akurat dan ilmiah benar-benar tercatat. Bahkan pada zaman ini, beberapa cerita yang paling ganjil masih tetap berkembang. Belum lama ini, beberapa nelayan Perancis diserang oleh sesosok makhluk laut yang berkaki banyak, dan para ahli biologi kelautan masih terus menemukan bangkai-bangkai cumi-cumi yang lebih besar dari yang sebelumnya dianggap sebagai cumi-cumi terbesar.

Pada saat itu, cumi-cumi raksasa yang terbesar ditemukan pada bulan April 2003 ketika ada seekor cumi-cumi yang sangat besar ditemukan di perairan Antartika. Contoh yang ditemukan itu masih belum dewasa, tetapi panjangnya sudah lebih dari 15 meter. Jika dibandingkan, gurita hanya seekor ikan yang sangat kecil, dan gurita yang terbesar ditangkap pada bulan Maret 2002, ukurannya hanya sekitar 4 meter. Jadi, makhluk yang ada di St. Augustine tetap merupakan fenomena yang tidak terjelaskan.