Gunung Tennengebirge terbentuk pada periode Tersier, yakni selama periode glasiasi Wurm dari Pliosten. Jajaran gunung ini merupakan salah satu dari Pegunungan Alpen Austria massif. Tempat ini juga merupakan dataran tinggi karst terbesar di Alpen Salzburg. Eisriesenwelt, yang berada di dataran tinggi Tennengebirge, adalah gua batu es terbesar di dunia, dengan panjang 42 km, dan dikunjungi sebanyak 200 ribu orang turis per tahun. Walaupun demikian, hanya satu kilometer pertama saja yang boleh dikunjungi wisatawan, yakni yang tertutup es. Sementara, sisa panjang gua tersebut terbentuk dari batu gamping.
Eisriesenwelt dibentuk oleh Sungai Salzach, yang mengikis lorong-lorong ke gunung. Formasi es di dalam gua dibentuk oleh pencairan salju yang mengalir ke gua dan membeku selama musim dingin. Oleh karena pintu masuk ke gua-gua sepanjang tahun terbuka, angin dingin musim dingin yang bertiup ke dalam gua membekukan salju yang ada di dalam. Pada musim panas, angin dingin dari dalam gua meniup keluar menuju pintu masuk, mencegah formasi-formasi es untuk mencair.
Secara resmi, Eisriesenwelt ditemukan pertama kali pada tahun 1879, oleh Anton Posselt, ahli ilmu alam dari Salzburg meskipun ia hanya menjelajahi 200 meter pertama dari gua tersebut. Sebelum ditemukan olehnya, gua itu hanya diketahui oleh masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa gua itu merupakan pintu masuk menuju neraka sehingga menolak untuk menjelajahinya. Pada 1880, Anton Posselt mengumumkan penemuannya di majalh pendakian gunung. Akan tetapi, laporannya dengan cepat terlupakan.
Salah seorang yang mengingat penemuan Anton Posselt adalah seorang ahli speologis (peneliti ilmiah tentang gua) bernama Alexander von Mork. Pria ini memimpin beberapa ekspedisi ke dalam gua mulai tahun 1912, yang kemudian diikuti oleh beberapa penjelajah lain. Pada 1920, sebuah kabin bagi para penjelajah, Forscherhutte, dibangun dan rute pertama ke atas gunung ditetapkan. Segera setelah itu, wisatawan berdatangan, tertarik dengan kepopuleran sang gua. Kabin berikutnya pun didirikan, diberi nama Dr. Oedl House dan jalan dari Werfen dan Tanneck dibangun.
Pada 1995, sebuah mobil kabel dibangun, memperpendek waktu untuk mendaki, yang tadinya memakan waktu 90 menit menjadi 3 menit. Kini, Gua Batu Es Eisriesenwelt dimiliki oleh National Austrian Forest Commision (NAFC), yang disewakan kepada Asosiasi Eksplorasi Gua Salzburg sejak 1928. NAFC masih menerima persentase biaya masuk ke gua ini.
| Salah satu pemandangan di Eisriesenwelt |
Dari Menara Posselt, pengunjung dapat melihat Tanggul Es Besar, formasi besar yang mengikat hingga ketinggian 25 meter, menampilkan kawasan pertumbuhan es terbesar. Selanjutnya, Kastil Hymir, dinamakan sesuai dengan raksasa yang ada dalam mitologi Nordik. Di kastil Hymir, stalagtit-stalagtit menciptakan sebuah formasi yang disebut Cadar Frigga atau Organ Es. Meneruskan perjalanan, pengunjung akan menemui Katedral Alexander von Mork, salah satu ruangan terbesar di gua dan merupakan tempat abu Alexander von Mork disemayamkan pada 1925. Perhentian akhir perjalan dalam gua batu es ini adalah Istana Es, jaraknya 1 kilometer ke dalam gua dan 400 meter di bawah tanah. Di Istana Es, pada musim semi ruang datar ini ditutupi oleh karpet es. Pada puncak musim panas, ketika es membanjiri permukaan, refleksi yang tampak seperti dibakar api memukau siapa pun yang melihatnya. Setelah sampai di sini, para pengunjung harus berjalan kembali melewati gua-gua untuk mencapai pintu masuk. Perjalanan pulang pergi mebutuhkan waktu 1 jam 15 menit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar