MYSNATURE GONE

Jumat, 13 Juli 2012

Bigfoot

Di hutan belantara Amerika Utara, sesosok makhluk yang mirip kera bersembunyi dalam kegelapan Dengan tinggi yang lebih dari 2,14 meter dan tubuh besar yang berotot, seharusnya sulit bagi makhluk itu untuk bersembunyi. Seperti manusia, dia berjalan dengan tegak, tetapi seluruh tubuhnya tertutup oleh rambut pendek hitam. Selama lebih dari dua abad pencarian, tidak ada bangkai, tulang-belulang, atau sisa-sisa lainnya yang pernah ditemukan. Satu-satunya bukti yang kita miliki dari binatang mistis ini ialah jejak kakinya yang sangat besar. Itulah mengapa makhluk ini disebut "Bigfoot" atau "Si Kaki Besar".

Kemunculan pertama kalinya di hadapan orang-orang Eropa adalah pada tahun 1811. Pada saat itu, David Thompson, seorang pedagang kulit putih, sedang berada di Pegunungan Rocky utara ketika dia melihat jejak-jejak kaki yang dalam dan berukuran sekitar 35*20 cm. Selama bertahun-tahun, cerita tentang Sasquatch (masyarakat lokal menyebutnya "Sasquatch" yang berarti "Raksasa Berbulu dari Hutan") menyebar dan pada 4 Juli 1884, surat kabarDaily Colonist di Columbia Britania dengan bangga memberitakan bahwa seorang kru kereta api telah melihat seekor binatang yang aneh.

Perlahan tapi pasti, daerah pegunungan di Amerika dan Kanada semakin dipenuhi dengan kisah-kisah tentang kemunculan Sasquatch; bahkan ada beberapa laporan tentang sekelompok makhluk aneh yang menyerang orang-orang yang berada di hutan. Fenomena Sasquatch tidak pernah hanya terfokus pada laporan tentang satu makhluk saja, dan orang-orang selalu beranggapan bahwa mungkin ada suatu koloni dari makluk yang sudah beranak-pinak itu.

Situasinya berubah ketika pada tahun 1958, Jerry Chrew, seorang operator buldoser yang bekerja di Humboldt County,California, membuat replika dari jejak-jejak kaki aneh yang dia temukan. Satu surat kabar stempat memotret Crew, dan fotonya beredar ke seluruh penjuru Amerika. Foto yang memperlihatkan seorang pria yang memegang sebuah replika dari gips yang menggambarkan jejak-jejak seekor binatang misterius itu pun mengawali legenda Bigfoot. Tetapi sembilan tahun kemudian, kejadian yang benar-benar aneh pun muncul.

Foto film Bigfoot yang direkam oleh  Roger Patterson
Pada bulan Oktober 1967, Roger Patterson dan Bob Gimlin sedang menunggang kuda melewati Bluff Creek, California utara. Mereka ada di area itu dengan tujuan untuk mencari Bigfoot. Tiba-tiba, ada seekor Bigfoot yang muncul di jalan di depan mereka, hingga Patterson terlempar dari kudanya Sementara itu, Gimlin terus mengarahkan senapannya ke binatang itu. Dengan cepat, Patterson berhasil berdiri kembali dan dia berlari ke arah binatang itu; sepanjang waktu; dia merekam insiden itu dengan kamera film yang mereka bawa. Hasilnya mungkin merupakan bukti paling misterius. Film berdurasi singkat itu menunjukkan sesosok makhluk besar dan berbulu yang berjalan dengan kedua kakinya menuju rerimbunan pohon-pohon.

Meskipun bukti itu mengejutkan, banyak yang mempertanyakan keasliannya. Beberapa ahli percaya bahwa jika film itu diputar pada kecepatan yang sedikit lebih tinggi, maka gambarnya akan terlihat seperti manusia yang memakai kostum. Akan tetapi, para ilmuwan bioteknologi dan para ilmuwan Rusia mengatakan bahwa untuk dapat berjalan tegak, makhluk seperti Bigfoot memerlukan tumit yang lebih panjang dan mereka menyimpulkan bahwa cara berjalan makhluk itu benar-benar lamban, dengan langkah-langkah yang panjang. Juga para ahli di bidang industri tidak dapat menemukan tanda-tanda bahwa itu adalah film rekayasa. Kita tidak akan pernah tahu kebenarannya karena Patterson telah meninggal pada tahun 1972.

Penampakan-penampakan yang lebih baru dari manusia-kera ini telah dilaporkan dengan cara baru dan aneh. Ada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka melihat UFO di wilayah-wilayah di mana Bigfoot terlihat. Selain itu, sekarang dikatakan makhluk itu bermata merah dan membawa bola-bola yang berkilauan. Mungkin tampaknya ini adalah perkembangan yang aneh, tetapi Sasquatch memang selalu dilaporkan sebagai makhluk yang memliki kualitas di atas manusia biasa, dan selalu ada desas-desus yang mengatakan bahwa ketika mereka mati, tubuh para Bigfoot itu menghilang begitu saja di udara. Adanya desas-desus seperti ini sungguh sangat disayangkan, karena untuk benar-benar dapat menerima keberadaan Bigfoot, dunia membutuhkan bukti jasmaniah yang nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar