Halo Matahari adalah salah satu fenomena alam berupa bentuk cincin yang berada di sekitar Matahari. Seperti yang terjadi pada tanggal 11 Juni 2010, kurang lebih pukul 09.30-11.30 di kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia, terlihat cincin berwarna-warni seperti pelangi melingkari Matahari.
 |
Fenomena Halo Matahari yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia |
Kata "halo" pada Halo Matahari diambil dari bahasa Latin yang disebut juga
nimbus atau gloriole. Sebenarnya "Halo" tidak terjadi pada siang hari saja . Fenomena tersebut muncul di sekitar cahaya, jadi terkadang akan muncul juga pada saat bulan purnama. Fenomena tersebut muncul akibat adanya refleksi dan refraksi cahaya matahari atau bulan oleh kristal-kristal es yang berada di awan Cirrus. Awan Cirrus ini berada di lapisan troposfer yang berada di sekitar 5-10 kilometer dari permukaan bumi. Ketika awan Cirrus hanya merefleksikan dan merefraksikan cahaya Matahari, "Halo" yang terbentuk belum tentu berupa cincin yang berwarna. Untuk membentuk "Halo" yang berwarna seperti pelangi dibutuhkan sudut tertentu dan mungkin melibatkan proses Dispersi.
Fenomena Halo Matahari ini lebih sering terjadi di benua Eropa dibandingkan dengan di daerah tropis. Pada saat terjadi, Halo Matahari bisa membentuk satu lingkaran penuh atau hanya setengah lingkaran dengan Matahari sebagai pusat sumbunya. Fenomena ini tidak boleh dilihat dengan mata telanjang. Begitu pula jika ingin mengabadikan kejadian ini menggunakan kamera Single Lens Reflex (SLR). Sebaiknya menggunakan pelindung seperti kacamata hitam atau kacamata tiga dimensi pada saat melihat atau membidik fenomena ini untuk menghindari cahaya matahari yang masuk langsung dan dapat merusak retina mata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar