MYSNATURE GONE

Senin, 09 September 2013

Mesoamerika ( Spesial National Geographic ) part 4

"Terumbu Karang

Dari perahu, terumbu karang memberikan pemandangan minimalis namun indah: Bagian depannya putih oleh buih-buih ombak yang pecah, tengahnya datar bernuansa turkois, dan samudra terbuka di belakangnya membentang biru. Tetapi, seperti habitat dekat pantai yang dinaunginya, tembok karang penghalang merupakan dunia yang terbagi.

Pakai masker Anda, tarik napas, dan menyelamlah bersama saya. Kini tampaklah karang yang sesungguhnya: sebuah pusat kehidupan dan spektrum warna yang tidak tertandingi oleh apa pun di atas permukaan air. Terumbu karang bagaikan kota merah. Dia dihuni oleh koral keras, koral lunak, koral api, koral renda, koral otak, koral tanduk, cambuk laut, kipas laut, anggur laut, alga-alga merah, dan spons. Di sudut-sudut gang kota koral, atau lubang-lubang koral, tampaklah para invertebrata -- kerang, kepiting, udang, cacing, timun laut -- dengan keanekaragaman yang memesona.

Terumbu karang di sini, seperti di wilayah tropis lainnya, terancam oleh pengasaman laut dan episode pemanasan akibat perubahan iklim. Perburuan ikan besar-besaran, pembangunan pantai, dan laju penambangan minyak juga menimbulkan kekhawatiran.

Tetapi, setiap senja musim semi, keajaiban lama masih terjadi. Di dekat Kepulauan Silk, sebelah selatan Belize, ribuan ekor ikan kakap membanjiri terumbu karang berjuluk Tanjung Gladden. Ikan-ikan ini memancing kedatangan sepasukan hiu ganas yang menggasak telur mereka, dan kadang menyerang ilmuwan. Hiu-hiu ini, ikan terbesar di laut, adalah pemakan plankton; pertama kalinya mereka ditemui sedang memakan telur ikan di Tanjung Gladden. Semuanya menjadi pertemuan spektakuler.

Menggunakan perlengkapan scuba 15 meter di bawah permukaan air, saya dan Heyman berenang menghampiri sekelompok besar kakap cubera yang tengah bertelur. Ketika kami mendekat, tampaklah menara hitam bulat yang berputar perlahan, terdiri dari ribuan ekor ikan. Dari putaran mulusnya, kelompok-kelompok kecil berenang ke atas untuk bertelur, melepaskan awan putih berisi telur dan semen. Awan tebal pun tercipta, membubung dan menaungi kami. Sesaat, kami hanyut dalam larutan sperma dan telur. Kemudian sosok kelabu suram menjelma, tampaklah mulut raksasa yang terbuka lebar dan sirip dada hiu paus yang tengah berpesta. Lalu, lebih banyak hiu paus tiba, disusul lumba-lumba hidung botol dan hiu banteng.

Kami mengikuti pesta ini hingga kehabisan udara. Setelah berada di atas, kami menggembungkan pelampung dan berenang kembali ke perahu yang ditambatkan di bawah sinar bulan. Bulan purnama April itu mengundang ikan kakap ke sana, dan gelombang pasang musim semi siap membawa telur-telur yang telah dibuahi ke hutan mangrove. Hiu-hiu paus dipandu dari jauh oleh petunjuk misterius yang mereka gunakan untuk bernavigasi. Malam ini, ekosistem Mesoamerika yang dangkal dan rumit terbuka. Tampaklah bahwa semua ini memiliki hubungan dengan segala sesuatu di tata surya. Kami berenang kembali ke perahu di bawah sinar bulan yang memandu kami." []

Tidak ada komentar:

Posting Komentar